For Algino (Ongoing)

For Algino (Ongoing)

  • WpView
    Reads 109
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 10, 2021
'β„’β„―π“ƒβ„Šπ“€π’Άπ“…π’Ύ π“€β„―π“…β„―π“‡β„Šπ’Ύπ’Άπ“ƒ π“€π“Š π’Ήβ„―π“ƒβ„Šπ’Άπ“ƒ π“ˆβ„―π“ƒπ“Žπ“Šπ“‚π’Άπ“ƒπ“‚π“Š" @β„³π“Šπ“ƒπ’Άπ“Œπ’Άπ“‡β„΄π’½ "gue ga nyangka Lo Setega ini Al" kecewa, itu yang dirasakan zana sekarang. Penghianatan, luka, kebenaran datang silih berganti bagaikan badai yang tak kunjung mereda. "Aku bisa jelasin asya". Algino melangkah mendekat dan menggenggam tangan zana, berusaha meyakinkan bahwa apa yang dilihatnya adalah kesalahpahaman. "Jelasin apa hah?, gue liat dengan mata kepala gua sendiri" sarkas zana jengah dengan perilaku pria itu "aku mohon sya kamu percaya sama aku". Kepercayaan, hanya itu yang pria itu inginkan. Kepercayaan bahwa suatu hari nanti badai akan mereda dan semua akan baik-baik saja. "Lo berengsek Al gue BENCI Lo Algino Azlan Albert gue BENCI lo". Pengulangan kata seolah menjelaskan betapa bencinya gadis itu dengan perilaku Algino. Zana melangkah pergi meninggalkan laki-laki yang kini sedang meratapinya. β€’β€’β€’ "Aku hanya ingin melihat dia bahagia, melindungi dan mendengar dia tertawa apa itu terlalu sulit tuhan" - Algino Azlan Albert "Jika ada dia di hatimu mengapa harus ada aku di sampingmu" - Zana Rasya Albar
All Rights Reserved
#277
toxic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't Talk About Money
  • HEARTBREAKING (On Going)
  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • As Long As You Love Me [SUDAH TERBIT]
  • 360 and Still Me
  • Living with Brothers  [TAMAT]βœ“
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • ALGA : As Long As Live
  • Alkenio
  • Moodbooster Ku [REVISI]

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines