cinta online?

cinta online?

  • WpView
    MGA BUMASA 3
  • WpVote
    Mga Boto 0
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Mon, Jan 4, 2021
"sekarang smuanya serba online?mesen makanan online,belanja online,sekolah online,sampe chat aj gak dibalas padahal online?" gubraaak.... cinta kok online,boroo boro dia suka ,masih percaya ma cinta online? percaya doi lu aman di whatsap?di Facebook?di Instagram? kalimat itu terngiang ngiang dikepala guee... alah bodoamat gue yang ngalamin Napa kalian yang bacot indahnya bacotaan ini🌈 udahlah gue disini mau crt soal pengalaman cinta online😐 yang minat baca aja ,karna cerita awalan jadi banyak kekurangan ,jadi dengan senang hati author menerima saran ato komentar dari kalian makasih all #bukan plagiat #cerita real dri author sendiri
All Rights Reserved
#251
romanc
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Not Me & Not Mine
  • Darrel My Bad Husband [Terbit]
  • Cinta Tapi Cinta?
  • BarraKilla
  • Keangkuhan Cinta [END]
  • MY TOXIC RELATIONSHIP? - HEERINA
  • Gus bucin itu milik deyna!! ||end
  • baby boy
  • Self Injury's(complete)✔
  • KIARA [End]

Tak ada kesalahan tanpa adanya sebuah perbuatan, begitu pula dengan kisah Zara dan Rafif-dua hati yang, entah bagaimana caranya, selalu kembali bertaut meski diwarnai begitu banyak perbedaan. Zara, seorang perempuan yang selalu berusaha memahami, menerima Rafif apa adanya, termasuk sifat kekanak-kanakannya yang sering kali membuatnya menghela napas panjang. Setiap kali dia menunjukkan sisi inner child-nya di saat-saat yang tak terduga, Zara tak bisa menahan diri untuk menyipitkan mata, menatapnya dengan ekspresi antara geli dan tidak percaya. "Kamu selalu bilang bisa menerima aku apa adanya, tapi tiap aku bersikap begini, ekspresimu langsung berubah," Rafif bersedekap, bibirnya mengerucut seakan protes. Zara mendesah pelan, menyilangkan tangan di dada. "Bagaimana tidak? Kadang kamu bisa bertingkah seperti anak kecil, bahkan di tempat umum," ucapnya, setengah gemas setengah tak habis pikir. Cinta mereka bukanlah kisah yang selalu berjalan mulus. Ia tumbuh dengan caranya sendiri-kadang seperti bunga liar yang mekar tanpa aturan, kadang seperti lukisan abstrak yang penuh warna namun sulit untuk didefinisikan. "Ambil sepatumu dan pakai, Rafif. Di tempat seperti ini pun kamu tetap saja menyusahkan," ujar Zara, matanya melirik ke arah kaki Rafif yang masih telanjang di lantai dingin. Rafif terkekeh kecil, tidak tergesa-gesa mengambil sepatunya. "Aku cuma menunggu kamu dulu sebelum pakai sepatu," katanya ringan. Zara menghela napas lagi. "Aku pergi sebentar beli makanan, bukan pergi selamanya," ia menyodorkan sesuatu pada Rafif. Sekejap mata Rafif berbinar begitu melihat apa yang ada di tangannya. "Wah! Es krim kesukaan kita! Aku mauu~" serunya penuh semangat, seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah. IG/aqieff_bhlwn Tiktok/elsyaqief

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman