SANTA IBIZA

SANTA IBIZA

  • WpView
    Reads 90
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 6, 2020
Ibiza yang Terkasih, Las Vegas bukan tujuanku untuk mati atau menyerahkan hidup sepenuhnya . Las Vegas adalah pelarian dari hidup sempurna yang aku punya. Las Vegas adalah pencarian warna baru untuk kutorehkan ke kanvas masa mudaku. * Ibiza yang Terkasih, warnamu merah menggelora. Dalam diri yang kau tutupi dari banyak orang kutemukan panas melebihi api yang membakar, menggelora dalam jiwamu, menjalar menjilatku. Separuh dariku hangus, habis kau lenyapkan tak bersisa. * Ibiza yang Terkasih, takdir boleh jadi tak begitu ramah dalam menyapa. Ia kasar dan semena-mena. Satu hal yang dapat kumaafkan darinya adalah ia membiarkanku hidup: aku hidup sepenuhnya di tanganmu. Hidup yang amat hidup. * Ibiza yang Terkasih, Jakarta tadinya masih kuanggap tempatku pulang. Jakarta bukan Las Vegas dengan hingar-bingarnya, bukan Santorini yang indah hampir di semua sudutnya. Jakarta hanya bagian dari sejarah yang akan ku tinggalkan pada akhirnya. Jiwaku boleh kau bawa. * Ibiza yang Terkasih, jika suaraku masih terdengar, ketahuilah bahwa aku membencimu. Aku benci kedinginan lagi.
All Rights Reserved
#417
revenge
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • METAFORGAYA  (Segera Terbit)
  • RED CITY : ISOLATION
  • BEHIND YOUR SMILE [COMPLETED]
  • Destiny [COMPLETED]
  • GREENSTA [END]
  • Tameng
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • SOLITUDES
  • Baneblood Brotherhood (hiat)

[FOLLOW SEBELUM BACA YA GUYS 😘] **** "Saya Gaya!" Itu ucapan pertama cowok tengil yang tengah berdiri di hadapan pintu kosan. Tentu aku mengerutkan kening. Gimana mungkin ada cowok berkeliaran di kos-kosan khusus perempuan? Aku yang kabur ke Bandung berniat untuk menemukan ketenangan, bukan bertemu cowok banyak gaya seperti itu. "Saya Gaya Andara, anak pemilik kos." Pertemuan pertamaku dengan Gaya membuatku seperti dikuntit penjahat. Untungnya, persepsi itu berubah setelah aku mengenal Gaya lebih dalam. Dia seperti warna-warna yang berhasil meleburkan jiwaku yang kelam. Namun, kita semua tahu bahwa akhir dari sebuah kisah tidak selalu indah seperti pertemuan pertama. Bersama Gaya, aku menemukan banyak hal di kota bernama Bandung. Bersama Gaya, aku berusaha menemukan jati diri sekaligus menoreh banyak luka. *** Hai readers-ku tercinta. Ini novel terbaruku setelah sekian lama nggak update. Jangan lupa follow sebelum baca ya. Oh iya, cerita ini update setiap Rabu dan Minggu :)

More details
WpActionLinkContent Guidelines