VAMPIRE DESTINY[Eps.I]

VAMPIRE DESTINY[Eps.I]

  • WpView
    reads 534
  • WpVote
    Stemmen 60
  • WpPart
    Delen 25
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd din, jan. 26, 2021
Daripada takut pada mereka, aku menemukan vampir menarik Aku menemukan diriku mengamati mata mereka, setiap hari di sekolah. Mencari tahu emosi yang mereka tunjukkan saat mereka berbicara dengan teman atau marah oleh seseorang. Beberapa siswa hanya berpikir bahwa mata vampir itu indah karena mereka memancarkan warna yang berbeda sesaat. Tidak tahu bahwa ada arti dari setiap warna yang terpancar dari mata mereka. Kuning cerah, tanda kebahagiaan. Oranye kemerahan, pertanda marah. Biru cerulean, tanda kesedihan. Dan warna yang paling ditakuti semua orang, merah tua. Sebuah tanda bahwa vampir siap menerkammu dan menghisap semua darahmu. Sejujurnya aku merasa kasihan pada mereka karena emosi mereka ditampilkan begitu saja. Artinya, orang dapat dengan mudah mengetahui apa yang mereka rasakan. Untungnya, tidak semua orang peduli tentang itu. Kemudian lagi, manusia masih takut pada mereka dan beberapa bahkan membenci mereka karena 'menghancurkan' dunia yang 'damai' ini. Vampir dikatakan sebagai orang yang tidak tepat di dunia ini Dan aku tidak setuju sama sekali
Alle rechten voorbehouden
#420
night
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • The Hunter's Moon (Moon Series #1)
  • Petaka.17 •On Going•
  • Datang HUJAN Disaat SENJA
  • Bertransmigrasi Menjadi Selingkuhan Kakek Kaya [End] (Only On wattpad)
  • The Midnight Bride [TAMAT]
  • Vampire Hunter
  • blood and vampire (END)
  • The Crescent Moon (Moon Series #2)
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]

Saat itu adalah malam yang gelap. Aku setengah berlari, ketika mulai menyusuri jalanan yang dingin dan gelap. Beberapa lampu jalanan di sekelilingku tidak menyala. Instingku terus-terusan memperingatkan aku untuk berlari. Aku mencoba untuk terus berjalan dan tidak panik. Tapi, sayangnya aku ditarik oleh empat pemuda asing. Badan mereka besar dan memiliki warna mata yang aneh. Mereka berempat mengepungku. Aku hanya bisa menyerah. Saat aku melihat peluang kabur. Aku segera berlari. Tapi mereka malah menarikku hingga aku terjatuh. Selanjutnya, mereka berubah. Menjadi mahkluk berbulu berkaki empat yang besar. Apakah aku sedang berhalusinasi? ------------------------------------------- Dear readers, yuk support penulis dengan kasih vote di tiap chapternya yaaa. Have a nice read all 🤗

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen