Viska

Viska

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 27, 2020
Pandangan pertama seorang gadis yang bernama Viska Anrazkia Nada membuat rasa kagumnya, rasa cintanya, dan rasa ingin memilikinya bahkan tak ada seorang pun yang mengetahui fitrah yang ada dalam dirinya berbaur menjadi satu dalam definisi mencintai dalam diam. Dengan penuh harap seseorang yang ia harapkan juga memiliki fitrah yang sama.Sampai pada,fitrah nya dan fitrah yang ia harapkan bersatu dalam ridho Allah yang pada akhirnya menjadi Fitrahilillah. ***** "Jika kamu Takdirku,,, maka aku berjanji akan menjadi sosok wanita yang lebih baik dari yang terbaik:). " Ujarnya dalam hati seraya terbangun dari lamunan. Nb : ~ Berharap,berusaha dan berdo'a lah dia akan menjadi jodohmu,niscaya Allah SWT akan mengabulkan segala harapan mu, menerima segala usahamu dan membalas do'a do'a mu. ~
All Rights Reserved
#12
anauhibukafillah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines