Di balik jendela kaca yang transparan itu terlihat, sebuah ruangan yang berisikan sekitar 20 orang yang sedang mengerjakan ujian tulis masuk universitas.
Seorang lelaki yang sedang berada di balik jendela itu terlihat lebih tegang dibandingkan orang-orang yang berada di dalam ruangan tersebut.
Karena, sedari tadi dia memperhatikan salah satu seorang perempuan yang seringkali mengusap keringat peluh di wajahnya.
"Xīwàng nî néng zuò duì.¹" Dia menelungkup kan ke-dua tangannya di dada untuk berdoa.
(Semoga, kau dapat mengerjakannya dengan benar.)
Lelaki itu sesekali mondar-mandir ke sana ke mari, hingga suara satpam menginterupsinya.
"Bù hâoyìsi, nín bùnéng chákàn kâoshì guòchèng,²" ujar satpam tersebut dan mempersilahkannya keluar.
(Permisi, anda tidak diperbolehkan melihat proses ujian berlangsung.²)
"Dànshì wô..,³" ucapnya terbatah karena satpam itu keburu sedikit mendorong tubuhnya untuk pergi.
(Tapi, saya³.)
All Rights Reserved