Story cover for Private Lâoshī (Guru Privat) by CheeTi3
Private Lâoshī (Guru Privat)
  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Sep 07, 2020
Di balik jendela kaca yang transparan itu terlihat, sebuah ruangan yang berisikan sekitar 20 orang yang sedang mengerjakan ujian tulis masuk universitas.


Seorang lelaki yang sedang berada di balik jendela itu terlihat lebih tegang dibandingkan orang-orang yang berada di dalam ruangan tersebut.


Karena, sedari tadi dia memperhatikan salah satu seorang perempuan yang seringkali mengusap keringat peluh di wajahnya.


"Xīwàng nî néng zuò duì.¹" Dia menelungkup kan ke-dua tangannya di dada untuk berdoa.


(Semoga, kau dapat mengerjakannya dengan benar.)


Lelaki itu sesekali mondar-mandir ke sana ke mari, hingga suara satpam menginterupsinya.


"Bù hâoyìsi, nín bùnéng chákàn kâoshì guòchèng,²" ujar satpam tersebut dan mempersilahkannya keluar.


(Permisi, anda tidak diperbolehkan melihat proses ujian berlangsung.²)


"Dànshì wô..,³" ucapnya terbatah karena satpam itu keburu sedikit mendorong tubuhnya untuk pergi.


(Tapi, saya³.)
All Rights Reserved
Sign up to add Private Lâoshī (Guru Privat) to your library and receive updates
or
#689perkenalan
Content Guidelines
You may also like
✓ My Roommate Was Attacked by Me  by Rvbysky
63 parts Complete
Author : 听風挽笑 | 63 Bab Ketika Tangning bertemu Ji Xiulin untuk pertama kalinya, dia keluar dari kamar mandi dengan rambut basah di kepalanya. Perut delapan bungkusnya yang cerah membuat seseorang ingin memanjat batu di atasnya. Sebagai teman sekamar baru, dia dengan serius memuji, "Kamu memiliki sosok yang bagus!" Tidak lama kemudian Tangning menyadari bahwa Ji Xiulin tidak hanya dalam kondisi yang baik, tetapi juga dalam kekuatan fisik yang baik. * Pada semester pertama tahun keduanya, sekolah memperluas pendaftarannya secara menyeluruh, dan ada kekurangan asrama untuk anak laki-laki. Asrama tunggal Tang Ning segera diminta oleh sekolah, dan teman sekamar baru pindah. Teman sekamar baru itu dingin dan pantang, dan merupakan bunga tertinggi dari tim renang sekolah, yang sulit dipahami di mata para gadis. Hanya Tangning yang tahu bahwa dia memiliki penampilan yang dingin dan busuk. Ji Xiulin selalu merasa bahwa dia lebih lurus dari baja, sampai dia bertemu dengan Tangning, dia meragukan orientasinya untuk pertama kalinya. Sulit baginya untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa selama kencannya adalah Tangning, itu bukan masalah besar bahkan jika itu laki-laki, tetapi dia tidak menyangka adegan pengakuan akan berubah. Ji Xiulin terkejut: "Kamu, kamu perempuan?!!" * Malam bersalju. Duduk di tempat tidur besi tunggal, Ji Xiulin melihat ke tempat tidur besar yang mewah di seberangnya dan seseorang berbaring di selimut hangat, dan berkata: "Aku mendengar bahwa pemanas tidak akan pulih selama beberapa hari." Tangning: "Jadi?" Ji Xiulin berkata dengan sungguh-sungguh: "Ini turun salju, memeluk dan menghangatkan tempat tidur lebih cocok." Tangning: "...maka kamu bisa datang ke bawah tempat tidurku."
Di Balik Wajah yang Tak Menawan (End)  by chita225
147 parts Ongoing
Seorang suami yang bijaksana dan penuh kasih, namun rendah diri, X seorang istri cantik yang tampak lembut namun memiliki jiwa pemberontak. Di Desa Liu Xi, seorang pandai besi buruk rupa baru saja menikahi seorang suami cantik nan lembut. Pada pagi hari setelah malam pertama, Qingyan, yang tubuhnya terasa ngilu dan lemah tak berdaya, memeluk erat pria itu dengan tangannya yang putih dan harum. Ia perlahan mengusap wajah penuh bekas luka milik suaminya. Qiu Henian merasa tubuhnya kaku, lalu menghindar sambil berkata, "Seka dulu wajahmu...." Qingyan dengan lembut bersandar di tubuh pria itu, napasnya hangat seperti bunga "Aku ingin suamiku yang membersihkanku." Istri kecilnya begitu polos dan manja, membuat Qiu Henian khawatir dia akan disakiti orang lain. Dia hampir ingin selalu menjaganya dekat, bahkan seperti menyimpannya di pinggangnya sendiri. Namun, suatu hari, saat dia pulang lebih awal karena ingin bertemu istrinya, dia mendengar sesuatu yang tak terduga. Dia mendengar suara istrinya, yang biasanya pemalu dan takut berbicara keras di depan orang asing, sedang berteriak-teriak marah kepada tetangga di balik pagar: "Kamu pasti kekurangan karma di kehidupan sebelumnya, sampai harus menikahi pria jelek dan tak berguna sepertiku!" "Omong kosong! Pria kamu yang tak berguna! Suamiku bisa tujuh kali dalam semalam, aku sangat bahagia sampai rasanya ingin mati!" Brukk! Qiu Henian tersandung, membuka pintu dengan keras. Qingyan menoleh, wajahnya penuh rasa bersalah. Qiu Henian melangkah cepat, mengangkat istrinya dan membawanya masuk ke dalam rumah. Qingyan gelisah "Apa yang kamu lakukan?" Qiu Henian menjawab "Kembali ke kamar untuk tujuh kali semalam. Terlambat sudah, waktu tidak cukup." Qingyan "..."
PLEASE SAY "AISHITERU" by princesauntum
9 parts Complete
Gadis itu nampak begitu anggun meski hanya memakai T-shirt warna kuning dengan kaca mata nangkring manis dihidung mancungnya, tubuhnya tinggi semapai dengan kulit putih halus, hidungnya mancung, matanya begitu indah dengan mulut mungil berwarna ranum alami. Dia berjalan keluar dari bandara tapi tubuhnya seakan terpental ketika bertabrakan dengan seorang lelaki. Ya lelaki yang membuat jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Baru kali ini dia melihat lelaki yang bisa membuat wajahnya merona meski hanya ditatap. "sumimasen, anata wa daijoubu desu ka?" ("ma'af, anda tidak apa-apa?") tanya lelaki beralis hitam itu, wajahnya putih mulus dengan mata sedikit sipit, nampak terlihat campuran dari beberapa negara terlihat jelas diwajahnya. "hai, daijoubu desu." ("ya, saya tak apa-apa") jawab wanita cantik yang berhasil membuat lelaki itu diam-diam kagum untuk beberapa saat. "stefaaaan..." "sakuraaa...." teriakan yang hampir bersamaan ditempat yang berbeda, membuat mereka berdua melangkah kearah yang berbeda, sebelum sakura melangkah jauh kakinya terhenti, dengan cepat dia membalikkan badannya dan memanggil lelaki yang disebut stefan itu. "Chotto matte kudasai." ("tolong Tunggu sebentar'') kata sakura membuat stefan terhenti. "nani?" "aku anggap tabrakan ini sebagai hal yang kebetulan, jika suatu saat aku bertemu denganmu secara tak sengaja untuk yang kedua kali aku anggap itu sebagai takdir, dan jangan sampai kita bertemu secara kebetulan untuk yang ketiga kali, karena aku tak akan tinggal diam tuan, karena aku akan menganggap itu sebagai jodoh" kata sakura langsung pergi meninggalkan stefan yang masih mematung dengan ucapannya. warning: konten 18++
You may also like
Slide 1 of 9
Amin paling serius  cover
"Bilang Pada Tuhanmu" ~The End~ cover
(END) Time and Him Are Just Right cover
✓ My Roommate Was Attacked by Me  cover
𝐄𝐥𝐝𝐢𝐫𝐚 || [Greshan] cover
Di Balik Wajah yang Tak Menawan (End)  cover
PLEASE SAY "AISHITERU" cover
zeandra dan Marsha... cover
Risalah Hati (ZeeSha) [END] cover

Amin paling serius

19 parts Complete Mature

"aku itu banyak sakitnya, banyak kurangnya, aku ga pantas buat kamu yang sesempurna itu" "aku sempurna karna kamu"