Tentang Comet dan Kejora

Tentang Comet dan Kejora

  • WpView
    Reads 131
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Mon, Sep 14, 2020
Seorang perempuan yang melalui hari harinya di pesantren. bernama Azizah nur Qonita besama sahabatnya yang bernama Aisyah Nura Faiza. "Faiza jangan pergi, Ku mohonn" Ucap ku terisak. ""Kamu tau kan..? Aku comet, aku gak nampak, aku antara ada dan tiada..., aku tak bisa terus disamping kejora karna takdir ku bukan di sana. Tapi aku, aku akan selalu bersinar, Terang menyinar.....Walau di jauh sana. Ingat-ingat comet akan selalu bersinar terang dari kejauhan, walau awan terkadang menghadang. Tapi comet yakin.... kejora pasti mengerti, dan memahami, itulah aku..... Jangan merasa sendiri, aku masih tetap disini😊😊 :)" Ucap Faiza sambil memelukku Erat. "Terimakasih Za" Ucap ku sambil meneteskan air mata. "Kita sahabat sampai syurga ya" Ucap ku sambil melepas pelukannya. "Kalau kamu di syurga dan Jika di sana tak ada aku, Carilah aku di Neraka dan bawalah aku bersama mu dan melalui hari dengan bersama sama" Ucap nya sambil menyeka air matanya. Hasan Al- Bashri berkata, استكثروا من الأصدقاء المؤمنين فإن لهم شفاعة يوم القيامة "Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari klamat." (Ma'alimut Tanzil 4/268).
All Rights Reserved
#2
syurga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Four Friends Fisabilillah
  • Sebuah Takdir
  • Samudrah Hijrah AFIRAH...
  • jodoh dari allah
  • Terjerat Cinta Gus Galak [End]
  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • transmigrasi fazeya (End)
  • I Love Gus Cuek! [End]
  • Badgirl Masuk Pesantren (END)
  • Alifa Story [END]

Vote dulu ya♡ Kisah penyesalan 4 orang teman, Aliya Hasna Zahra Al-Ghazali, Alina Nur Shafa Nalendra, Linda Maulida Mahendra, Tiara Fanisha Adinata, atas dosa-dosa yang telah mereka lakukan selama ini. Kisah perjuangan ini didampingi oleh beberapa halangan, rintangan dan konflik. Di kisah ini juga terdapat beberapa laki-laki yang mengagumi mereka. "mulai sekarang mari kita berjanji untuk hijrah bersama dan mulai saat ini juga kita jangan sampai terjerumus mendekati zina dan mari kita mencari ridho Allah SWT. hiks hiks hiks.." (ucap Aliya Hasna Zahra Al-Ghazali). "janji!" ucap keempat teman tersebut sembari menyatukan tangan mereka dan menangis, hiks hiks hiks.." "Nanti sepulang dari sini kita juga harus minta maaf kepada kedua orangtua kita"(Alina Nur Shafa Nalendra yang mengingat kejadian saat ia pernah membuat bundanya menangis). "Jika ada salah satu di antara kita yang khilaf melakukan dosa maka mari kita berjanji akan saling mengingatkan" (Linda Maulida Mahendra yang melanjutkan perkataan Alina). "Setuju..." "Udah nangisnya,kita sama-sama usaha, nanti kalo ada yang ngelakuin dosa maka kita akan bertaubat lagi, sama seperti pakaian yang ketika kotor lalu dicuci dan ketika ia kotor lagi maka kita pasti akan mencucinya" (Tiara Farisha Adhinata yang berusaha menenangkan teman-temannya). Pengenalan -Orangtua Aliya Ali Al-Ghazali (Seorang Perwira Polisi) Arisa Al-Ghazali (ibu rumah tangga dan pemilik rumah makan ayam taliwang) -Orangtua Alina Laskar Nalendra(Pemilik Usaha Batik) Syafiatul Nalendra(ibu rumah tangga) -Orangtua Linda Samudra Mahendra (Pemilik Toko Sepatu) Mariah Mahendra(ibu rumah tangga) -Orangtua Tiara David Adinata(Pemilik pabrik jam tangan) Dita Adinata(ibu rumah tangga)

More details
WpActionLinkContent Guidelines