rengga
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Sep 7, 2020
"sialan"ujar rengga kasar. adit ,edo dan beni saling betatapan dengan ekspresi terkejut dan binggu.mereka tak menduga lelaki kulkas berbicara dengan nada lumaya keras. "hey!!lo udah sembuh dari bisu bro"ujar edo sambil merangkul rengga yang sedang duduk sambil memakan cemilan pocky rasa coklat.yang kebetulan rengga duduk disebelah edo. adit melemparkan bekas botol minuman kearah edo. "aww sakit bego!!"ujar edo sambil mengusap kepalanya yang bekas dilempar adir dengan botol. "abisnya lo kalo ngomong gak dijaga,ngomong bisu bisu segala ke rengga"ujar adit "abisnya dia ngomong"ujar edo membela dirinya. "udah udah pake debat lo pada cuman gara gara rengga ngomong doang"ujar beni santai. "lo sadar gak sih ben,dit,selama kita temenan ama manusia kulkas ini kita gak pernah dengar dia ngomong"ujar edo memperjelaskan maksud dari kata'bisu'. "sadar,lebih dari kata sadar."ujar adit sedikit ngegas "AAKHGGG!!bisa diam gak lupa pada.bayak bacot,gue lagi main pubg jadi kalah kan.ANJRITT!"ujar beni yang lagi marah karena kalah. "apa hubungannya?"ujar edo sambil menggarukan kepalanya yang tidak gatal "auah bego dipelihara"ujar beni marah sambil menaruh iphonenya. "bay the way lo kenapa reng?"ujar adit bertanya. rengga hanya menggeleng gelengkan kepalany yang bertanda 'tidak apa apa' adit hanya mengangguk mengiyakan.adit,edo,beni sudah paham dengan gerakan tubuh yang dilakukan rengga ketika disuruh berbicara. tak hanya beni,edo,dan adit yang tak pernah mendengarkan suara sepatah pun dari mulutnya,guru guru,ciwi ciwi,bahkan seluruh sekolahan tak pernah mendengarkan suara asli rengga bagaimana.dia hanya menggerakan tubuh saat berbicara atau menulisnya dikertas . ada apa dengan manusia kulsa 67 pintu ini? [follow sebelum membaca] NEXT->
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Because ILY [Completed]
  • DANADYAKSA
  • COMPLICATED
  • Allya Theo Perjodohan? [On Going♡]
  • Aksara Lingga
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • Kamu
  • Males, ribet.
  • Edgar : Between Chaos and You
  • About You And Me

Akhirnya pintu terbuka sempurna menampilkan Sadena yang tengah terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit penuh infus dan beberapa alat untuk membantu nya bernafas, Qalesya menarik nafas panjang setelah melihat cowok yang tengah tertidur di samping ranjang Sadena sambil memegang tangannya. Qalesya mematung di tempat membelalakan matanya apakah yang ia lihat ini sungguh sungguh. "Qalesya, sebentar tante bangunin dulu Ardano nya ya sayang" Ardano terbangun sambil mengucek mata nya tapi tangan kanan nya masih menggaet tangan Sadena. "Ss-Sya" Ardano mengerjap dan langsung melepaskan genggaman tangan nya, setelah itu ia beranjak bermaksud mendatangi Qalesya "Sya gu-gue" Ardano meneruskan langkah nya ke arah Qalesya yang membisu Qalesya cewek itu melangkah mundur dengan mata yang berkaca kaca, jelas sekali Ardano melihat mata cewek yang selama ini ia sayangi tengah berkaca kaca, tapi mengapa ia memperlakukan Sadena sebegitu nya? Qalesya memutar badan nya bermaksud ingin keluar dari ruangan itu tapi dengan cepat Aradano langsung menarik pergelangan Qalesya "Sya dengerin gue" Ardano tetap menahan Qalesya, ternyata dengan satu hentakan tangan Qalesya berhasil membuat tangan nya terlepas dari tarikan Ardano Cewek berseragam Sma itu berlari di koridor rumah sakit, baru beberapa langkah berlari air mata nya sudah berhasil lolos dan membasahi pipi nya Ardano cowok itu mengacak rambut nya gusar, kali ini adalah kali pertama Qalesya menangis karena tersakiti atas sikap Ardano. Tanpa pikir panjang Ardano langsung mengejar Qalesya "Sya dengerin gue dulu" "Apa? Lo mau bilang apa? Apa lo mau bilang ga ngabarin gue karena hp lo mati, ga bawa charger, lo seneng berduaan sama Sadena? Lo lupa sama gue? Oiya gue bukan siapa siapa lo juga ngapain lo harus ngabarin gue Duh Qalesya bego banget si lo percaya sama sumpah serapah cinta yang isinya bacotan semua"Qalesya menertawakan diri nya sendiri Qalesya "Sya Sadena itu.." ucap Ardano Langsung aja baca ceritanya yaaaaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines