School Of Tears

School Of Tears

  • WpView
    Reads 1,937
  • WpVote
    Votes 551
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 24, 2021
Mereka berlima memang sudah tahu mengenai teror sekolah yang berlangsung dari dulu, jauh sebelum menginjakkan kaki sebagai siswa di sana. Namun, baru saat itu mereka berniat menuntas habis masalah krusial sekolahnya hingga tak bersisa. Bukan seperti kisah lain yang menyeret tokoh utama ke dalam masalah, tapi mereka sendiri yang bersikeras saling mendorong satu sama lain ketika memutuskan masuk ke dalam lingkaran setan yang telah lama ada. Karena didasari beberapa alasan menarik. *** ❝Pernah ada murid sini meninggal karena serangan jantung. Sejak saat itu kita sering ngelihat beberapa siswa siswi yang tergolong nakal suka digangguin makhluk halus. Kesannya kaya dia cari pelampiasan.❞ ❝Such a revenge?❞ ❝Ya. Kaya balas dendam.❞ *** [𝗼𝗿𝗶𝗴𝗶𝗻𝗮𝗹𝗹𝘆 𝗯𝘆 𝗽𝗶𝗻𝗸𝘀𝗵𝗮𝗿𝗲𝗲] - est 2020 cover created by InaGaemGyu
All Rights Reserved
#11
jane
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BOOK 1 MISSION SERIES: MISSION IN CASE (Pindah ke Innovel)
  • MILIK SI KETUA! || (REVISI)
  • Episode Dayan
  • Terjebak 2 Alam [S1 dan S2]
  • Medium Girl
  • Ice Love [COMPLETE]✔
  • JENDRAL
  • PANTHERO SECRET [END]
  • Nothing's Here
  • Bukan Sekedar Teman Sebangku

[Sebelum baca, follow akunku dulu yah!] #1 dalam Mystery/Thriller [22 Januari 2019], #1 dalam Remaja [14 Januari 2019], #1 dalam Misteri [14 Januari 2019], #2 dalam Pembunuhan [2 Januari 2019] Kehidupan di SMA Argosaka yang semula tenang berubah menjadi penuh kekhawatiran. Insiden pembunuhan terjadi secara beruntun. Korbannya tak lain adalah siswa SMA Argosaka. Tak ada yang tahu alasan mengapa siswa-siswi tersebut dibunuh. Pihak sekolah menutup proses investigasi. Menetapkan kasus ini sebagai kasus bunuh diri. Akhirnya polisi harus menyerah dan undur diri. Namun, saat polisi menutup kasus, beberapa siswa justru mendapat petunjuk dari surat-surat anonim. Mereka harus memecahkan teka-teki isi surat anonim tanpa bantuan polisi. Apabila gagal, taruhannya adalah nyawa mereka sendiri. Saat persahabatan mulai diragukan, kejujuran mulai dipertanyakan, keselarasan pikiran tak mampu diusahakan. Kesetiaan pun menjadi ancaman. Apakah masih ada yang namanya teman? Selamat membaca.

More details
WpActionLinkContent Guidelines