My Love From Grade 12

My Love From Grade 12

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Mon, Sep 21, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Jatuh cinta membuatku terperangkap dalam sebuah kehancuran. Bahkan aku tidak bisa lepas dari kehancuran itu kecuali dengan satu cara agar aku bisa lepas dari kehancuran. Namun, sepertinya semua itu sudah terlanjut dan harus aku hadapi dengan senyuman. Tapi dengan jatuh cinta aku bisa merasakan banyak perjuangan, ketulusan, bahkan kegagalan. Dari situ aku belajar bagaimana caranya mencintai seseorang, dari situ juga aku belajar bagaimana caranya melupakan seseorang. Haii gaisss, apa kabar? stay save ya! Gaesss ini cerita pertama aku loh gimana suka gak? kalo suka lanjut ya, kalo nggak suka stop aja. Buat yang suka cerita ini tolong support ya, dengan vote cerita ini juga komen. Bye gaesss!!! See u.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I (Space) You
  • The Fate Of My Life (END)
  • Key of My Happiness
  • Regrets of Love
  • Instagram ~You first and last
  • My Duchess / End
  • BREATHE
  • STAY WITH ME (ON GOING)
  • AMERTA : The Last Embrace
  • Bara & Tara

* * * "Gue udah tahu semuanya.. Selama ini Lo pura-pura jadi orang lain... Lo bohongin gue Anggisa!" ucap Hezal dengan penuh penekanan. Anggisa tersenyum tipis , ia menunduk sebentar sebelum menoleh pada laki-laki yang ia cintai disampingnya ini. "Tapi kamu juga menjadikan aku bahan taruhan kamu" ucap Anggisa dengan nada pelan seperti biasanya. Hezal tersenyum meremehkan "Lo pantes dapetin itu... Karena lo .. Sampah!" Anggisa tidak menjawab , ia menunduk lagi. Kali ini, air matanya dengan mulus lolos begitu saja dari mata indahnya. Lagi! Laki-laki ini memang selalu berhasil menjungkir balikkan dunia Anggisa. "Turun Lo ! Dan silakan Lo tinggalin gue sejauh mungkin " tegas Hezal, tangannya mencengkram stir mobil dengan keras. Tanpa berkata lagi , Anggisa turun dari mobil Hezal. Mata Anggisa menatap kepergian Hezal , ia tidak bisa bergerak sama sekali. Anggisa tidak akan meninggalkan Hezal , tetapi laki-laki itu yang membuat ruang kosong diantara mereka. * * * " Tidak penting dengan siapa kita jatuh cinta pertama kalinya , karena pada orang terakhirlah kita akan merasa penting menghabiskan disetiap detiknya waktu." -Anggisa Rana Hainun-

More details
WpActionLinkContent Guidelines