HEILER

HEILER

  • WpView
    LECTURAS 45,185
  • WpVote
    Votos 6,091
  • WpPart
    Partes 57
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, mar 22, 2026
WpInfo
Fanfic
BTS
Sebaik dan sekeras apapun usaha untuk menutup sebuah luka, pasti akan terlihat juga. Aksara dari labium mengalun bahwa semuanya baik-baik saja, tapi yang terjadi malah sebaliknya. Tak ada yang tau seberapa dalam luka yang telah bersemayam dan tak ada yang tau penawar dari segala rasa sakit yang telah tergores begitu dalam. Bersandiwara sebagai pelipur lara, kendati rasa sakit itu tetap ada bahkan tak sedikit pun mereda. Layaknya sebuah tanaman yang membutuhkan cahaya untuk tetap hidup, seseorang membutuhkan HEILER untuk menyembuhkan sebuah luka yang telah lama terangkup.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Hingga Tak Ada Lagi Luka
  • HELP [Tamat]
  • 'My Boy In Seoul'
  • MORALLESS
  • LOST LIGHT✓
  • OUR DAY
  • The Haze Of Love
  • Can U See Me?

Hingga Tak Ada Lagi Luka Jungkook tumbuh dengan luka-luka yang tak terlihat-bukan hanya di kulitnya, tapi jauh lebih dalam, menyesakkan hingga ke relung jiwanya. Senyumnya terlalu lebar untuk menjadi nyata, tawanya terdengar seperti pelarian. Ia menyimpan rahasia yang tak seorang pun tahu, seakan dunia ini terlalu kejam untuk memberinya ruang bernapas. Taehyung tidak pernah berniat ikut campur. Awalnya, ia hanya melihat Jungkook sebagai anak yang keras kepala, penuh misteri, dan sulit didekati. Tapi semakin ia memperhatikan, semakin sulit baginya untuk berpaling. Ada sesuatu di balik mata gelap itu-sesuatu yang berteriak minta pertolongan meski bibirnya selalu mengatakan "Aku baik-baik saja." Ketika kebenaran mulai terungkap, Taehyung dihadapkan pada pilihan: mundur dan membiarkan Jungkook menghadapi semuanya sendiri, atau bertahan, meskipun itu berarti menyeret dirinya ke dalam kegelapan yang lebih dalam dari yang ia bayangkan. Namun, seberapa jauh seseorang bisa bertahan sebelum akhirnya menyerah? Seberapa banyak luka yang bisa mereka tanggung sebelum semuanya runtuh-hingga tak ada lagi yang tersisa? Tapi mereka tahu satu hal: mereka tidak akan membiarkan luka-luka itu menang. Bersama, mereka berjanji akan bertahan. Bukan hanya untuk satu sama lain, tapi juga untuk diri mereka sendiri. Karena kali ini, mereka tidak akan berjalan sendirian. - BROTHERSHIP YE BUKAN BL! Don't copy my story.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido