Hancur
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 8, 2020
(Keluargasedihh) "MAMA!!!!AKU DAPAT JUARA SATU!!!!!!" teriak Syifah dari teras rumah sambil melompat ke atas. "SAYA TIDAK PEDULI SAMA KAMU!!!" kata pedih mamanya, membuat Syifa menghentikan gerakan melompat nya. "Ma, aku dapat peringkat bagus" tangan syifa terulur melihatkan hadiah yang terbungkus itu.Tertera disana "Juara 1 ". Mata mamanya membesar, seakan mau keluar,, "SAYA GAK AKAN PERNAH MAU NGURUSIN KAMU LAGI!!!!!",kata mamanya tajam.Kemudian, dengan kasar, ia merebut hadiah dari tangan Syifa dan mengoyakkan hadiah itu, hingga tak utuh. Syifa hanya pasrah melihat tingkah orangtuanya ini. ketika Ujian berat menghampiri kita, untuk berlabuh menguji kesabaran kita, akankah Syifa bisa menghadang semua ujian ini?? akankah ia menemui kembali sebahagian kebahagiaan yang pernah ia miliki??. #1
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • OUR FAMILY [SJY&KMJ]
  • troublemaker VS ketos! ✔
  • Asya Amarra [ By astar1913 ]
  • ArKa (End)
  • Sebuah Takdir
  • SARAH STORY
  • Stronger Than Another
  • STUCK
  • Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)

Menceritakan tentang satu keluarga yang begitu harmonis. "Lala tidak suka suara berisik Wira, menganggu." ucap seorang gadis kecil yang masih berusia tujuh tahun, Nada bicara nya biasa saja tetapi menusuk "Wira kan tidak bisu, Kalau Lala tidak suka keributan ya pergi saja sana!" jawab seorang anak laki-laki yang seusia dengan Lala. mereka kembar, tentu saja. "Berantem terus sih, Lala jangan begitu ya. Wira juga, saling maaf-maafan dulu" ucap ibunda- Sabila lula- mencoba menengahi pertengahan kedua bocah di hadapannya. tetapi Lala malah menaruh kedua tangan nya di depan dada dengan bibir maju beberapa centi "Kalau gamau maaf-maafan, Ayah engga mau beliin alat-alat lukis dan mainan buat kalian lagi." Ucap ayahanda- Jack Bert Wijaya- terdengar serius. Si kembar lantas saling pandang, dan yang pertama mengulurkan tangan adalah Wira. karena bocah itu takut sekali jika tidak di belikan mainan, menurutnya mainan itu separuh hidup nya. "Nah, begitu kan enak dilihat" Sabila dan Jack kompak tersenyum melihat kedua anak nya kembali akrab dan suasana terasa hangat. ⚠️LANJUTAN CERITA 'JATUH CINTA' ⚠️ Usahain baca cerita 'Jatuh Cinta' lebih dulu ya, tapi kalau engga mau juga ga masalah karena di cerita ini komplit. Tapi usahain yaa.. itung-itung bantu ramein cerita itu, hehe

More details
WpActionLinkContent Guidelines