Ghadar Tsumma 'Ud

Ghadar Tsumma 'Ud

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 8, 2020
Pergi lalu kembali. Itulah kata-kata yang pantas untuk menggambarkan kedua sejoli ini. Bukan sejoli, tapi guru dengan murid yang berasa sejoli. -oOo- "Kalau boleh tahu, orang ini udah berangkat apa belum, Pak?" tanya Tary sambil menunjukkan foto Rozin. "Kalau nggak salah, bus yang ditunggangi anak muda ini dua menit lagi berangkat. Tapi nggak tahu juga kalau sopirnya sudah siap, mungkin akan berangkat sekarang juga." "Jurusan ke mana, Pak?" tanya Tary. Pak Satpam mengelus-elus jenggotnya-padahal nggak punya jenggot, sih-berfikir serius. Terlihat dari keningnya yang nampak berkerut. "Nggak tahu. Coba cari di papan informasi. Cari yang paling dekat dari sekarang berangkatnya." Tary dan Rifdah saling pandang lalu menatap Pak Satpam lagi. "Assalamu'alaikum!" lalu mereka berlari sekuat mungkin mencari keberadaan Rozin. -oOo- Bu Guru yakin aja kalau aku akan kembali dalam keadaan aku milik Bu Guru dan Bu Guru jadi milikku.
All Rights Reserved
#21
yakin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BACK TO FRIEND | JUNGHWAN X HAERIN (TAMAT)
  • Love From Arranged Marriage [Completed]
  • Ratapan seorang JONES!
  • CINTA DALAM KELABU
  • Mari Saling Bicara
  • Misi Kalisa (End)
  • Ex or New? [REVISI]
  • Antara Aku, Kau dan Dia  {TERBIT}
  • Sergio | Haechan

Bagi banyak orang, Teresa dan Lionel tak lebih dari dua orang asing yang kebetulan duduk di kelas yang sama-tanpa kisah, tanpa kenangan. Tapi di balik diamnya mereka, tersimpan cerita yang pernah begitu hidup di kota kecil jauh dari Jakarta. Dulu, mereka adalah sepasang kekasih yang saling menggenggam erat di Inggris, menjadikan satu sama lain rumah dalam dunia yang asing. Namun, tidak semua kisah indah berakhir bahagia. Sebuah pertengkaran hebat memutuskan benang di antara mereka. Lionel kembali ke Jakarta lebih dulu, meninggalkan Teresa dalam ketidakpastian yang mengikis perlahan. Sejak hari itu, keduanya tak pernah saling mencari, seolah ingin berpura-pura bahwa cinta itu tak pernah ada. Dua tahun berlalu. Takdir mempertemukan mereka kembali-bukan di kedai kopi tempat mereka biasa tertawa, bukan di taman tempat mereka dulu saling menatap, tapi di sekolah yang sama, di kelas yang sama. Kini mereka berdiri di bawah atap yang serupa, namun dengan jarak yang jauh lebih dingin dari sebelumnya. Mereka tidak berbicara. Tidak saling menyapa. Hanya tatapan yang sesekali bertabrakan-penuh amarah yang tertahan, rindu yang tak diakui, dan bayang-bayang masa lalu yang belum benar-benar mati. Mereka mencoba menjadi asing, tapi hati tidak pernah bisa benar-benar lupa. Dan pertanyaannya kini sederhana: apakah kisah ini akan berakhir sebagai dendam yang terus tumbuh, atau diam-diam menjadi awal dari pertemuan yang tak pernah mereka duga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines