The Affair ended Beautifull (End)

The Affair ended Beautifull (End)

  • WpView
    Reads 326,398
  • WpVote
    Votes 3,135
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Sep 18, 2020
Warning 21+ Biarkan cerita ini menjadi saksi bahwa seseorang yang tersakiti pasti ada obat penyembuh nya bak badai yang datang di hubungan sakral pernikahan kenapa badai perselingkuhan harus meluluh lantah hancur nya sebuah hubungan. " Kenapa harus adik ku, yang harus menyakiti ku kenapa bukan orang lain saja ". ratapan seorang istri yang melihat adik nya sendiri yang merebut suami nya. Namun ia harus bertahan demi hubungan sakral yang telah ia janji kan di hadapan tuhan. Sampai menemukan orang baru yang membuat nya tersenyum kembali. Tapi ini cara ku agar suami ku bisa mempunyai keturunan. cerita ini ku bersembahan kepada engakau wanita yang pernah tersakiti. !! #nulissendiribacasendiri
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SOLITUDES
  • ZiAron [END]
  • jangan sakiti aku
  • VIERRA'S SECOND LIFE
  • Cita Cinta Jenna
  • Cinta Untuk INDAH
  • BETWEEN
  • Love Or Whatnot (FIN)
  • My Baby Boy [TAMAT]
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]
SOLITUDES

Highest rank: #1 in Fiksiremaja #1 in Cerita #3 Pregnant #5 teenfiction #8 in Benci #8 in Pregnant #10 in SMA #10 in Remaja [DISARANKAN UNTUK FOLLOW AUTHOR TERLEBIH DAHULU, AGAR PEMBACA TAHU PENGUMUMAN TENTANG CERITA INI] ---- Malam itu, membuatnya membenci dirinya sendiri. Malam itu, malam terburuk baginya. Mengakhiri hidup adalah salah satu jalan baginya. Rasa benci yang sangat besar, membuatnya merasa kesepian. Ingin ia memutar waktu, untuk tidak menemuinya malam itu. 'Selalu menganggap diriku kotor, adalah sebuah kebiasaan.' - Gianna Pristin Dirgantara - ---- Kesalahan besar telah ia perbuat. Tantangan konyol yang membuatnya terjebak. Rasa penyesalan semakin tumbuh dalam dirinya. Lelah sudah ketika ia semakin tenggelam dalam penyesalan yang dalam. Kata maaf tidak pantas untuk ia ucapkan. 'Menyakitinya adalah kebiasaanku.' - Arthur Julian Wijayanto - ---- DON'T COPY MY STORY!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines