Prosa Milik Jakarta || JAKE

Prosa Milik Jakarta || JAKE

  • WpView
    Reads 1,783
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 14, 2024
Pertama dari dua yang tersisa. Mereka menyebutnya cakrawala biru dengan dua gumpal awan, dia terlihat membiru tiap fajar mulai membentang. Layangan menjadi simbol kebahagiaan, kungkungan dan tuntutan pulih menjadi perjalanannya menuju cakrawala merah jambu. Terlalu lekas hingga ia tak sempat menitip rasa pada Sembagi Arutala. Kedua dari satu yang tersisa. Selepas biru mari bersapa dengan cakrawala biru semu merah jambu, menjadi langit senja merupakan hal yang semu. Dia tercipta karena gradasi antara cakrawala milik terang dan petang. Bakatnya selalu terjebak dalam dua perayaan hidup. Entah senang atau tenang yang pantas cakrawala merah jambu rayakan. Ketiga dari yang tersisa. Keikutsertaan hitamnya langit malam bersama binar merah jambu yang melintang tidak menjadi penghalang perjalanannya meski ia ditetapkan menjadi malam. Terkadang, hidup hanya butuh malam bersama taram. Mereka mengajarkan keikutsertaan dalam kehidupan. Perannya sama. Dunia membutuhkan langit biru untuk hidup. Dunia membutuhkan langit semu merah jambu untuk belajar melepaskan dua warna menuju gulita. Dunia juga membutuhkan malam sebagai waktu peristirahatan. Namun, tidak memungkiri apabila ketiganya bersinggungan dan dunia kehilangan langit-langitnya.
All Rights Reserved
#878
nctlokal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUMAH KOSONG || NCT DREAM X LUCAS
  • Antara Dendam dan Cinta
  • Warna Langit (Blue Orangeade Sequel)
  • Langit Senja [end]
  • Gotta Be You
  • Cahaya Gemintang (CH!Indonesia)
  • BINTANG AKSENA (End) ✓
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • 4. Menembus Cakrawala [END]

Di pinggiran kota, ada sebuah rumah tua yang berdiri sunyi di tengah rerimbunan pohon. Rumah itu terlihat seperti bangunan biasa berdebu, dengan jendela yang retak dan pintu kayu yang hampir lepas dari engselnya. Tapi, bagi penduduk sekitar, rumah itu adalah kutukan. Setiap orang yang pernah melewati jalan di depannya saat malam hari, terutama para pengendara, sering mengalami kecelakaan tragis. Beberapa saksi mengaku melihat bayangan hitam melintas tiba-tiba di tengah jalan, menyebabkan para pengendara kehilangan kendali. Ada pula yang mendengar suara-suara aneh, seperti seseorang memanggil dari dalam rumah, membuat mereka menoleh sesaat sebelum segalanya menjadi gelap. Dalam catatan kepolisian, rumah itu telah memakan lebih dari lima nyawa dalam dua tahun terakhir. Anehnya, setiap kecelakaan yang terjadi di sana selalu memiliki pola yang sama korban tewas di tempat, kendaraan mereka ringsek di depan rumah, tetapi tidak ada tanda tabrakan yang jelas. Dan sampai sekarang, rumah itu masih berdiri, menunggu korban berikutnya yang akan lewat di jalannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines