Villain

Villain

  • WpView
    Reads 2,428,259
  • WpVote
    Votes 231,848
  • WpPart
    Parts 48
WpMetadataReadComplete Thu, Jul 25, 2024
[Laura adalah tokoh antagonis yang memiliki akhir hidup menyedihkan.] Aku tidak mau menjadi Laura yang seperti itu---itu adalah tekad yang pasti ketika aku sampai di dunia ini. Aku ingin mengubah jalan hidup Laura. Laura harusnya menjadi wanita karir sukses yang akan meneruskan perusahaan ayahnya, bukan hanya cewek SMA yang hanya tergila-gila pada satu laki-laki. Jadi, aku memikirkan segala cara untuk mewujudkannya. Salah satunya adalah dengan menghindari pertemuan dengan dua karakter utama. Jika aku tidak bertemu mereka, maka aku tidak perlu merasa cemburu ketika sang karakter cowok utama lebih mencintai karakter cewek utama. Mereka pasti akan hidup lebih baik tanpa diriku. Aku tidak harus mati demi kebahagiaan mereka lagi.
All Rights Reserved
#588
cinderella
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANANTA [COMPLETED]
  • Married With Cold Boy
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • [BL] Sudden Omega
  • Being A Stupid Stepmother [END]
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Lady Antagonis (TAMAT)
  • TRIPLETS J [ ON GOING ]
  • My Duchess / End
  • ARGLADIS

[FOLLOW AUTHOR,SEBELUM MEMBACA SEBAGAI BENTUK SUPORT KALIAN UNTUK PENULIS DAN CERITA INI] (BELUM REVISI) "Aku sayang kamu tanpa alasan,mencintai kamu adalah keputusan,di cintai oleh mu adalah kebahagiaan.aku tau kamu selalu berusaha buat aku nan,walau banyak luka yang aku dapat,aku gak pernah menyesal,ananta."- Aquenna Adilan Sabil. "Maaf selalu buat lo sakit,quen. Gue emang cowok brengsek yang udah lancang masuk ke kehidupan lo. Tapi demi tuhan aku gak bisa hidup tanpa kamu,Aquenna."- Ananta. ≈≈≈≈≈≈♥≈≈≈≈≈≈≈ Mungkin memang pergi adalah jalan terbaik untuk melupakan,namun jika masih ada kesempatan yang datang,kenapa harus di lewatkan?. Hidup tak se munafik itu untuk mengingkari diri sendiri. Bila ada jalan lurus untuk kembali, kenapa harus memilih yang berkelok untuk lanjut?. Namun pada dasarnya cinta akan kembali menuju jalan takdirnya,dan pada hakikatnya pergi hanyalah jalan terakhir bila tak ada jalan lain.

More details
WpActionLinkContent Guidelines