RINDU DI UJUNG WAKTU

RINDU DI UJUNG WAKTU

  • WpView
    LECTURAS 4
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, sep 9, 2020
Sebuah cerita yang menggambarkan arti akan setiap perasaan manusia yang ingin selalu hidup berdampingan dan tak pernah mau sendirian... .......... ........... ............. Dalam kehidupan pasti ada sebuah perasaan,Ntah itu kita merasa bahagia,duka maupun perasaan bingung yang melandaa.Kisah ini hanya lah sekedar kisah dari seorang pemuda yang berusaha memahami dan merasakan setiap arti kehidupan dan sebuah perasaan yang ada,Pemuda itu tak lain adalah diri ku. Nama ku sendiri adalah Restu Nur'alam yang lahir di kota cirebon pada tahun 2003 yang hidup sederhana dan selalu ingin bahagia. Ada beberapa orang yanguu berpendapat bahwa 'Kebahagiaan itu tidak mahal'Aku sendiri setuju dengan pendapat itu.Tapi,dalam hidup ada sebuah perasaan yang menyiksa setiap hati seorang dan ada pula yang menganggapnya satu kenikmatan dan bisa di bilang itu adalah sebuah Kerinduan.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Bunuh Saja Aku Tuhan
  • Kau Akan Temukanku Digaris terdepan
  • Cinta Tapi Cinta?
  • Semu [Completed]
  • LOVE AT SECOND TIME
  • Make A Better Place (Autobiografi Triocahyo Utomo)
  • Bahagia Ada Bersamanya (END)
  • My Soulmate
  • Perjalanan Cintaku...

"Bunuh Saja Aku, Tuhan" Karya Kelvin A. Purnomo Bunuh Saja Aku, Tuhan bukan tentang kematian fisik. Ini adalah jeritan batin dari seseorang yang merasa hidupnya telah kehilangan makna, bukan karena ingin menyerah, tapi karena ia ingin mengakhiri bagian dari dirinya yang kalah, bagian yang takut, malu, atau merasa tak layak hidup. Ini adalah permintaan simbolik: "Bunuh bagian dari aku yang lemah, agar aku bisa membangun kembali versi diriku yang lebih jujur, lebih berani." Dalam cerita ini, Arka tidak sedang mencari jalan pintas. Ia justru sedang mencari cara untuk tetap hidup, meski dengan segala luka, kehilangan, dan kesalahan yang pernah ia buat. Dan saat ia hampir menyerah, yang ia minta dari Tuhan bukan akhir dari napas, tetapi kemampuan untuk memulai ulang. "Bunuh Saja Aku, Tuhan" bukan kisah tentang kematian, tapi tentang bertahan. Tentang keinginan untuk hidup meski tak selalu sanggup. Tentang seorang anak muda yang berusaha mengerti dunia, juga mengerti Tuhan yang kadang terasa terlalu diam.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido