We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kencan Terakhir dengan Monster

Kencan Terakhir dengan Monster

  • WpView
    Reads 117
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Wed, Sep 9, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
. . Nata, beberapa orang menyebutnya tampan begitu juga ibunya bilang. tidakk, kadang juga ibunya menyebutnya jelek bahkan monyet, biasanya sambil memegang sapu di tangan kanannya dengan muka yang merah setelah aku tak sengaja menendang adiku. Malam yang cerah untuk sebuah kencan, di suatu tempat bersantai sebut saja kedai nasi goreng ,dengan bangku yang hanya cukup diisi 2 orang dan di buat berhadapan, di hiasi payung lebar di atasnya dan sebuah lampu kuning yang cukup yahh bisa di katakan menambah sisi romantis, tidakk, tidak berlaku buat mahluk monster berjenis perempuan yang satu ini.
All Rights Reserved
#217
nata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 9096 (Complete)
  • The Man
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Nona Ranting [END]
  • COOL BOY VS BAD GIRL
  • KEPINCUT BRONDONG
  • My ice girl
  • PERCAYA? [END]
  • Abang Idola
  • sekrup : monstax!au

(DALAM PROSES PENERBITAN) (BEBERAPA PART DIHAPUS) - "Aku hamil, Pa.." Kata Seruni. Shit. Aku hampir meloncat dari sofa karena saking kagetnya. Papa seketika melotot. "Runi, kamu jangan bercanda, ya!" Adikku menghela nafasnya. "Kita semua kumpul kayak gini, bukan untuk dengerin aku bercanda, Pa.. aku benar hamil; anakku dan mas Sena.." Mama langsung megangin dadanya yang sepertinya tiba-tiba sesak. "Sen?" Aku menatap Sena yang ada di sebelah Seruni. "Bener?!!" Nawasena tampak bergeming. Kemudian, dia menghela nafas panjang. "Bener, Ra.." Aku langsung mengambil sapu rumah, hendak menghajar Nawasena yang kemudian langsung bangkit dan berlari keluar rumah. Disusul Seruni yang nggak tahu lagi harus berbuat apa selain melindungi Ayah dari calon bayinya. Semenjak saat itu, rasanya waktu berlalu sangat cepat. Semuanya sibuk mempersiapkan pernikahan Seruni dan Nawasena, sampai suatu hari, aku harus duduk berdua dengan Papa dan Mama membicarakan suatu hal. Kami bertiga terdiam cukup lama, sampai akhirnya Mama membuka suara. "Arawinda.. kamu juga harus segera menikah," Semenjak saat itu juga, hari-hariku nggak lagi sama. - 9096 adalah karya saya yang ketiga. Menaruh harapan pada genre komedi romantis, semoga karya saya satu ini bisa menghibur semuanya. Mungkin bukan senyum geli, atau bahkan gelak tawa. Yang saya harapkan, cerita ini tetap bisa menjadi pesan yang memberikan arti. Sekecil apapun itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines