Story cover for Rain Wish  by Josua2901
Rain Wish
  • WpView
    Membaca 35
  • WpVote
    Vote 12
  • WpPart
    Bab 2
  • WpView
    Membaca 35
  • WpVote
    Vote 12
  • WpPart
    Bab 2
Bersambung, Awal publikasi Sep 09, 2020
Ini cerita tentang seorang anak laki-laki yang bernama Rainly Putra Bermana dimana ia selalu diperlakukan tak adil oleh orang tua dan adiknya, begitu juga dengan teman-temannya yang memperlakukan ia bagaikan budak mereka. Tapi, apa yang mereka perbuat selalu di terima baik oleh rainly, karena ia selalu mengingat perkataan neneknya "Kalau ada yang membenci kita, janganlah kita membenci balik mereka, karena mereka itu sama dengan kita yang masih memiliki kekurangan."
Hingga saat dimana rainly sudah tak ada, mereka baru menyadari bahwa mereka telah kehilangan orang yang paling hebat, tangguh, serta baik selama Perjalanan hidup mereka, terutama orangtua rainly.

Penasaran sama ceritanya?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Rain Wish ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#293wish
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
Juan [REVISI] cover
Layang-layang cover
The Wounds I Hide  cover
Menyerah atau Bertahan? cover
Sayap Yang Tak Pernah Satu cover
Hidden Scars ✓ cover
Derai Hujan cover
Langit yang tak lagi Sama  cover
Dandelion [TERBIT] cover

Juan [REVISI]

1 bab Lengkap

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.