Tentang Senja

Tentang Senja

  • WpView
    LECTURAS 57
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, sep 26, 2020
WpInfo
Poesía
Senja adalah saat - saat yang terindah dalam hidup. Senja mampu menciptakan kisah - kisah sebelum hari itu benar - benar menutup ceritanya. Karena, setelah senja berganti dengan sang malam yang tlah mempersiapkan dongeng untukmu agar kamu dapat terlelap dan hanyut dalam mimpi - mimpi indahmu.
Todos los derechos reservados
#578
aksara
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Keluarga di Ujung Senja
  • Dear Aksa
  • |✔| Kisah Senja
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • HanHan's Diary [END]
  • How to Say "Goodbye"?✔️
  • P L E A S E! [End]
  • Aku Disini Kak! [End]
  • Arsa senja dan kenangan bersamamu
  • Matahari Kecil

Di sudut kota yang tenang, di mana waktu seakan berhenti, terdapat sebuah rumah sederhana yang dikelilingi oleh kebun penuh bunga. Di situlah Amara, seorang gadis remaja, menghabiskan harinya. Setiap sore, saat matahari mulai merunduk di balik horizon, ia akan duduk di teras, menyaksikan keindahan langit yang berubah warna. Senja menjadi waktu istimewa baginya, di mana ia merasa terhubung dengan keluarganya. Keluarga Amara terdiri dari tiga jiwa yang saling melengkapi: Mama yang selalu bijak dengan nasihatnya dan Papa yang penuh semangat dan humor. Dalam kebersamaan mereka, Amara mulai merasakan ketegangan yang tak terlihat-perubahan yang perlahan mengubah dinamika keluarga mereka. Dalam perjalanan menjelajahi cinta dan kehilangan, Amara menyadari bahwa setiap senja menyimpan cerita yang menunggu untuk diungkapkan. Ketika langit kelabu berhiaskan kilauan bintang, Amara bertekad untuk menemukan makna sejati dari ikatan keluarganya. Di ujung senja, setiap detik berharga menjadi pengingat akan cinta yang takkan pernah pudar, meski badai menghadang.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido