Rain Shilaza Fiana. pertemuan dengan pemaksaan yang berhasil menambah jiwanya terambil secara teratur.
"tolong berhenti untuk ngikutin saya" ucap rain memohon
"no, aku ingin jadi sandaran ceritamu" jawab alraka sambil mendekati raina yang semakin mundur diantara dirinya dan dinding rapuh belakangya.
"kenapa? SAYA TIDAK BUTUH!" teriak raina
"apapun jawaban kamu, aku tidak butuh. kamu harus selalu disampingku, INGAT ITU! atau perlu aku kurung kamu? hemm bagaimana?" ucap tegas alraka dengan seringai andalanya.
rain menggeleng-nggelengkan kepalanya dan akhirnya tubuhnya tumbang dipelukan alraka.
All Rights Reserved