Ungkapan Imajinasi (END)

Ungkapan Imajinasi (END)

  • WpView
    Reads 565
  • WpVote
    Votes 240
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadComplete Thu, Dec 9, 2021
Seperangkat aksara biasa yang terlahir dari rahim sepi. Diasuh dengan separuh hati. Kemudian tumbuh menjadi kepingan suci. Aliran tulisan yang tak mengerti tempat kembali. - KUMPULAN PUISI n SAJAK - Cover by : Nuansakelabu Written by : Nuansakelabu Orang berotak, tidak plagiat!
All Rights Reserved
#177
popular
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diam
  • Cinta Berbalut Puisi
  • SAJAK & PUISI PATAH HATI
  • SEMESTAKU [Segera Terbit]
  • harapan yang pupus
  • Sunyi Hati Hampa Semesta
  • INKONSISTENSI RASA (TERBIT)
  • Lembut Seperti Doa
  • Enigma Sebuah Perasaan (End)
  • Tentang Kamu [Completed]
Diam

Diam bukan berarti bungkam Karena diamku berontak Karena diamku menolak Karena diamku menanti Karena dengan diam, aku meminta izin pergi **** Tak memaksa membaca, sebab bacaan perihal rasa Bila sudah nyaman Tetap posisikan pada zona aman Jika mendapat makna yang membekas, tak perlu menyelesaikan lekas-lekas Bila kopimu dingin menunggu, sungguh aku tak bermaksud begitu Baiklah, ucap pamitku agar tak pekat bosanmu --SajakDN

More details
WpActionLinkContent Guidelines