When the Storm is Over

When the Storm is Over

  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 14, 2020
Mari, kuajak kamu bertemu dengan banyak manusia istimewa. Dia yang berjuang setengah mati untuk mencintai dirinya sendiri. Dia yang meringis memeluk luka-lukanya. Dia yang mencari jati diri dan tujuan hidupnya. Dia yang selalu menjadi pendengar tetapi kerap kali berteman dengan sepi. Dia yang mencoba menjadi pemberani di tengah rasa takut yang menghantui. Atau mungkin, di sini, kamu akan bertemu dengan dirimu sendiri. Sebuah cerita, sejimpit refleksi, dan serangkaian catatan perjalanan. Ditulis September 2020. R. Khoirotun Hak cipta dilindungi undang-undang.
All Rights Reserved
#705
live
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shivviness[END]
  • Mencintai Tanpa Terluka 1 {END}
  • LOST MY BREATH (ON GOING)
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • [End] Perfectly Imperfect
  • This is Not A Good Love Story [COMPLETED]
  • RAVA : Rafael - Vanya ( THE END )
  • QUINZEEA ; Fake Nerd Is Devil (REVISI) #S1
  • AKSA

Suatu ketika aku bermimpi. Berlari tanpa arah di tengah jalan berkabut. Dan batu kecil pun bisa membuatku jatuh tersandung. Dengan rasa sakit, tak mampu berdiri sendiri. Aku menengadahkan kepala dan melihat sosok samar orang yang kusukai. Dia hanya terdiam seraya perlahan mengulurkan tangannya menanti aku tuk meraihnya. Begitulah... tangan itu memang harus kuraih sendiri. Aku harus berusaha menggapainya. "Akan kuraih..." sesaat aku berpikir seperti itu, seraya kuulurkan tanganku padanya. Kau tahu apa yang terjadi padaku kemudian?... Tanpa kusadari ada sosok lain yang sudah lebih dahulu mendekat dan membantuku kembali berdiri. Tangannya tak hanya terulur tetapi juga dengan erat menggenggamku. "Tenanglah." bisiknya, "Aku akan selalu ada untukmu." Kabut perlahan menghilang, memperlihatkan dengan jelas sosok didekatku itu. Aku tak terkejut. Aku sudah tahu, ternyata memang dia. Selalu dia... Karena bahagia sesederhana itu..

More details
WpActionLinkContent Guidelines