Please Confess To Me

Please Confess To Me

  • WpView
    Reads 75
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 29, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Anya asyafa hanya seorang yatim piatu ia hanya memiliki kakaknya Aldan tetapi ia tak tinggal bersama Aldan dikarenakan Aldan sedang berkerja diluar kota. Anya memiliki kekasih yang sudah menjalani hubungan 2 tahun lamanya, Manu nama kekasihnya. Anya sangat mencintai Manu walaupun sikap Manu selalu memprioritaskan sahabatnya-Nias yang sudah mempunyai kekasih, bahkan perlakuan Manu kepada Nias seolah Niaslah kekasih Manu, dan Nias pun tak mempermasalahkannya sikap Manu malah Nias selalu manja kepada Manu walaupun didekat kekasihnya Nias Yaitu Gias. Gias yang selalu diabaikan oleh kekasihnya hanya diam dengan ekspresi datar. Tiba saat ada kenyataan pahit menimpa Anya saat dirinya di vonis penyakit mematikan. Tinggal menunggu malaikat pencabut nyawa mengambil jiwanya. Sebelum itu, Anya Hanya ingin mengabiskan waktu bersama orang tercintanya. Tapi tergantung bagaimana tuhan mempermainkan hati dan takdir mereka. Dan apakah sikap Manu akan berubah? ------- "Tidak bisakah kau membalas cintaku?" "Aku menyayangimu." "Kenapa jantungku selalu berdetak kencang saat di dekatmu, Anya." "Kumohon buka matamu Sya..dengarkan aku, AKU MENCINTAIMU AS-SYA." DON'T COPY!!
All Rights Reserved
#46
penyakit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • Manja, Jangan Pergi! [Slow Update]
  • R A V A N I A  [ SEGERA TERBIT ]
  • We Are One
  • Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • FREEZE HEART ✔[END]
  • Feel My Heart, Neo [Na & Neo]
  • Numbness (selesai)
  • Hopeless
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines