Anutaphobia

Anutaphobia

  • WpView
    Reads 105
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 13, 2020
"Gue? jomblo? Gak ada bakatnya." ~Amora Sragen~ Jomblo? Sendiri tak menjalin pacaran. Status yang sebenarnya, tak perlu di permasalahkan, bagi orang awam. Tapi, beda persepsi dengan primadona sekolah ini. Baginya mencintai dan dicintai harus menjadi asupan sehari-hari, walau tak tahu pasti, hubungan apa yang sebenarnya terjadi. Intinya, menjomblo sama saja mati, bagi Amora. Gadis cantik ini, tak bisa hidup tanpa seorang kekasih. Heran? tapi begitu faktanya. Masalah yang ia derita, membuat gadis cantik ini, tak bisa hidup tanpa seorang pria. Jomblo sama saja membawa ia pada kegelapan yang sebenarnya, terjebak dan tak akan pernah bisa keluar selamanya.
All Rights Reserved
#1
fakegirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • I'm Alessa
  • MY UNKNOWN BOY-FRIEND
  • How Long?
  • Imaginary Boyfriend
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Caramel
  • BadBoy X BadGirl

"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namanya perasaan kan dinamis, berubah-ubah. Gak pasti, gak jelas, gak signifikan." jawab Rose dengan santai. "Lo harus coba buka hati. Lo harus coba pake perasaan, dengan begitu lo akan ngerti kalau perasaan itu gak sesempit yang lo kira dan gak sedangkal teori yang lo cetuskan." "Caranya?" "Pacaran sama gue." *** Rose yang selalu menggunakan logika di banding perasaan karena ada trauma mendalam yang berkepanjangan. Sedangkan Rama selalu saja berusaha mengulik luka tersebut. Rose berusaha agar tidak ada yang mengetahui luka tersebut, termasuk Rama. Namun, Rama tak pernah kehabisan cara untuk meruntuhkan pertahanan tersebut. *** "Nama lo bagus, sama kayak artinya, mawar. Indah, tapi gak semua orang bisa mendapatkannya. Tapi gue yakin, gue bisa dapetin lo. Selayaknya bunga mawar, lo punya duri buat ngelindungin diri. Jadi gak sembarangan tangan bisa ngedapetin lo. Kalau ada yang nekat, paling tangannya luka kena duri. Tapi gue bisa jamin, gue adalah orang yang pantes buat dapetin lo. Walau harus terluka." -Rama Prananta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines