Barrieren In Der Liebe

Barrieren In Der Liebe

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 19, 2021
Sebelumnya ma'af y, kalau banyak kesalahan dalam karyaku ini karena ini adalah karya pertamaku.. Mohon pengertiannya ya.. *** #Duh, gue bingung nih buat deskripsiin ceritanya :V Seorang Adiva Rifta Amqherry anak murid baru di salah satu boarding school swasta di Singapure, dia terpaksa harus menerima pilihan keluarganya karena ia tak lulus tes berkas di sekolah yang ia dambakan sejak dulu (Saudi Arabia) berjuang bersama sang shahabat dan sepupu.. Berat rasanya itulah yang menimpa seorang Adiva.. Seorang Adiva Rifta Amqherry adalah sosok yang tak kenal kata menyerah dan lelah, ia selalu berusaha tegar bak batu karang, ia selalu berusaha dan berusaha tuk gapai cita - citanya. Tetapi, mungkin untuk saat ini ia berusaha mengalah dan menerima walau sakit dan kecewa yang ia rasa.. Ia tak dapat menyalahkan mereka yang tega melakukan semua itu entah demi apa, mereka yang tega menfitnah dan mengkhianatinya sehingga menghancurkan masa depannya, cita - citanya,, Ia berusaha positive thinkink dan menerima.. Yah mungkin ini adalah taqdirnya.. Penasaran apa yang sebenernya nimpa Adiva dan bagai mana kisah perjuangannya di negeri tetangga??.. Apakah seorang Adiva tetap menjadi seorang yang selalu optimis??.. Dan disana ia akan berjumpa dengan siapa??..^^ Langsung baca aja y..
All Rights Reserved
#907
jodoh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • ALLAND
  • Bitter Is You || ✔ ||
  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Keadilan? Memang Ada?
  • Shila [SELESAI]
  • FRIENDzone (Completed)
  • Twins; Jevan-Nevan [TERBIT]

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines