janji nadira

janji nadira

  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 26, 2020
Nadira seorang gadis keras kepala pembangkang nakal dan bersifat keras bisa luluh karena perlakuan dari seorang alvino, berjalannya waktu membuatnya merasa nyaman didekat alvino namun tidak lama ia harus merasakan sakitnya patah hati dan karena ketegasannya ia memberikan pilihan yang membuat alvino harus memilih antara dirinya atau kekasihnya? Disini Nadira bukan sebagai pelakor di hubungan orang disini ia hanya sebagai korban dari kelabilan alvino. Sedangkan... Alvino yang mencintai dua orang sekaligus harus diberi pilihan untuk memilih salah satu diantaranya. Di satu sisi ia menyayangi kekasihnya yang sudah menjalin hubungan bertahun-tahun. Dan disisi lainnya ia tak rela kehilangan sosok Nadira yang sudah ia klaim sebagai masa depannya. Siapakah yang akan alvino pilih diantara keduanya? . . . . .
All Rights Reserved
#3
pergaulanremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Persimpangan Hati
  • Lost Stars [REVISI] [LENGKAP]
  • Cinta dalam Doa [Terbit]
  • The Main Character (END)
  • Bright
  • MENDEKAP RINDU
  • Chained by Destiny
  • Waiting For You [TAMAT]
  • PILIHAN TERBAIK (Tamat - Revisi)
  • Tentang Kita (On Going)

Di Persimpangan Hati Nadira adalah gadis berusia 17 tahun yang tampak tenang di luar, tetapi menyimpan badai di dalam hatinya. Wajahnya lembut, dengan sorot mata yang kerap terlihat sendu dan tampak menerawang, seolah selalu mencari jawaban yang tak pernah terucap. Nadira adalah tipe yang diam-diam memikul beban, lebih memilih memendam luka dan kesedihannya dalam hati daripada menceritakannya kepada orang lain. Di persimpangan hatinya, Nadira berdiri dengan keraguan yang tak pernah reda. Selalu berusaha tegar, ia sering tersenyum meski hatinya terasa kosong. Hatinya kerap dihantui oleh rasa tidak percaya diri, terutama setelah bertahun-tahun hidup di bawah bayang-bayang kakaknya yang lebih sukses dan lebih dihargai oleh keluarganya. Walau sering mencoba meyakinkan diri bahwa ia baik-baik saja, kenyataan terus-menerus mematahkan keyakinannya itu. Dalam kesunyian malam, Nadira sering terjaga, mengobati luka-lukanya yang tak terlihat, sambil mempertanyakan arah yang ingin ia tempuh. Hatinya selalu terbelah antara ingin melangkah maju dan bertahan dengan perasaan yang membuatnya terpaku. Ia rindu untuk bebas, untuk berdiri di atas pilihannya sendiri tanpa rasa takut akan pandangan orang lain. Namun, di persimpangan itu, Nadira tetap bimbang-antara hati yang ingin pulih dan kenyataan yang terus mengajaknya untuk bertahan. Ditulis sejak 29 Maret 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines