520/225: ILY TODAY, TOMORROW, AND FOREVER

520/225: ILY TODAY, TOMORROW, AND FOREVER

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 11, 2020
Rumah megah dan barang-barang mewah serta kekayaan yang berlimpah. Untuk seorang Alana Mahandini, hal itu sudah menjadi takdir untuknya. Takdir sebagai pewaris tunggal dari kekayaan keluarganya. Jika banyak orang berpikir dan ingin hidup mewah seperti Alana, maka lain halnya dengan gadis itu. Untuk apa barang-barang mahal, kendaraan mewah dan rumah megah jika ia tak bahagia? Dalam hidup seorang Alana, dia tak pernah merasakan kebahagian. Selama 17 tahun, yang ia rasakan hanya kepedihan, kekecewaan dan kesedihan dalam hidupnya. Cinta dan kasih sayang telah di renggut darinya semenjak ia lahir. Bahkan, satu-satunya orang yang mampu membuatnya tersenyum, takdir juga mengambilnya dengan tragis. Semenjak kejadian itu, Alana semakin diam dan menarik diri dari kehidupan sosial. --- "Tuhan. Apakah aku boleh meminta kebahagiaan?" - ALANA MAHANDINI Copyright ©: Nurhaliza Cha Start: September 2020 Finish: - (Karakter visual by: pinterest & IG)
All Rights Reserved
#370
nyesek
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WUNDE ( Selesai )
  • 𝐀𝐥𝐚𝐧𝐚 𝐌𝐚𝐡𝐞𝐫𝐬𝐨𝐧
  • Alshana
  • About Naskala [on going]
  • RAPUH!
  • ALANA [REVISI]
  • AMENABLE [COMPLETED]
  • HILANG [Segera Terbit]
  • Akalanka [Completed]
  • MARSELANA

🥀Wunde dalam bahasa Jerman, berati Luka.🥀 Ini hanya secarik kisah tentang Alana Audreleya, seorang gadis yang tak pernah di berikan sedikitpun kekuatan untuk melawan kerasnya semesta. Dan suatu malam, dia di pertemukan dengan -Gevandra- lelaki yang selalu membuatnya merasa lebih hidup. Walau pada akhirnya, Gevandra pula yang memberikannya luka begitu mendalam. Karena dari segi manapun, mereka berbeda. Mereka memang berada di Amin yang sama, namun dengan Iman yang berbeda. Mereka kecewa, akan tetapi, mereka tidak bisa menyalahkan takdir. Karena mungkin itu memang yang terbaik menurut sang pencipta. Sampai akhirnya, satu persatu orang yang Alana sayangi, pergi meninggalkannya. Lalu, haruskah dirinya melawan kerasnya semesta sendiri? Atau justru pasrah untuk terus terhanyut dalam kesendirian? "Aku bersyukur dipertemukan denganmu, walau kau hanya singgah, bukannya menetap. Karena bagaimanapun, kita bagaikan Istiqlal dan Katedral. Saling berdampingan, tetapi tidak bisa bersatu." - Alana Audreleya. Start : 11 maret 2021 - Natasya Salvia

More details
WpActionLinkContent Guidelines