Di Sela Waktu

Di Sela Waktu

  • WpView
    Odsłon 53
  • WpVote
    Głosy 7
  • WpPart
    Części 4
WpMetadataReadZakończone pt., paź 30, 2020
WpInfo
Poezja
Puisi ini terinspirasi dari perjuangan-perjuangan para pahlawan dahulu hingga bisa berkibarnya sang saka Merah Putih sampai saat ini.
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#222
putih
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Menemanimu Hingga Detak Terakhir
  • heart beat END
  • 𝐈 𝐋𝐎𝐕𝐄 𝐌𝐘 𝐒𝐈𝐒𝐓𝐄𝐑 (CH2)
  • Kebo Vs Kudanil
  • Perjodohan (Zeesha)
  • • KECEWA ~
  • the mission of a star angel | LOVE
  • Kisah Sang 5 Perwira
  • KARNALOKA

"Baiklah, kalau jantungku masih berdetak hingga tahun depan, mungkin kita bisa menikah." Begitulah alasan seorang Syifanazia Humayra Mecca ketika terpaksa menolak lamaran lelaki yang sangat ia cintai. Keputusannya menolak lamaran Raviindra Zein Ar-Rafka bukan tanpa alasan. Jantungnya yang kian hari berdetak semakin melemah membuatnya takut tak bisa lebih lama menemaninya dan juga membuatnya merasakan pedihnya luka akibat kehilangan. Sebab itu, Mayra selalu berusaha keras mencarikan seorang wanita untuk Rafka yakni Aiyla, sahabatnya sendiri. Suatu hari takdir mempertemukannya kembali dengan Arshaka Al-Ghazali. Seorang lelaki dari masa lalunya yang kelam. Bersama Shaka yang juga sama-sama di vonis tak bisa hidup lebih lama karna penyakit yang di deritanya. Mayra dan Shaka menjalani hari-hari terakhir sebagai suami istri dengan bahagia dan penuh perjuangan. Namun apakah takdir bisa diubah sehingga mereka bisa merasakan hidup lebih lama lagi di dunia?

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści