HUMAIRAH [ on going ]

HUMAIRAH [ on going ]

  • WpView
    MGA BUMASA 46
  • WpVote
    Mga Boto 5
  • WpPart
    Mga Parte 2
WpMetadataReadKumpleto Thu, Feb 24, 2022
selamat membaca! happy reading😊 . . Layaknya senja yang pergi datang tanpa diundang... seperti hujan yang turun berhenti sesukanya... bagaikan laut yang pasang surutnya tak menentu ... hingga rasa yang terus terombang-ambing oleh keadaan ... Begitupun aku, wayang yang menjadi pameran figuran adakalanya lelah, pada untaian takdir yang terikat, menjadi benang merah nadi kehidupan, biarpun bagai ilalang liar yang tak dianggap bahkan dilihat. Tapi, akan kubuktikan bahwa niscaya pandangannya salah. aku akan kembali membawa sang surya pagi yang kehadirannya ditunggu, seperti hujan yang selalu membawa inti kehidupan, layaknya laut yang luas sejauh mata memandang, menjadi rasa yang terus berihtiar pada kehidupan. aku sang waktu yang menjadi alasan untuk kehidupan. penasaran ? kuy kepoin jangn lupa follow dan ditunggu vote nya
All Rights Reserved
#863
islami
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • 10. Saktah
  • Uhibbuka Fillah Gus [END]
  • Love You, Gus! (END)
  • Akhir Kisah [SELESAI]
  • TAUTAN CINTA [ Revisi ]
  • Annam Al Abbiyan
  • 2021 | Hujan di Halaman Asrama [END]
  • Ijbar [Selesai]
  • Grisella Laurensa

"Belajar apa hari ini Gus, dengan anak-anak?" "Tajwid. Anak-anak belajar Bacaan istimewa dalam al quran, bacaan gharib." "Kenapa membaca al quran harus dengan tajwid, Gus?" "Perintah Allah. Agar kita menjaga kemurnian Al quran, melafadzkan sesuai hak-hak hurufnya dan menjaga lisan agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan terjerumus perbuatan dosa." jawab seorang pria yang dipanggil Gus. Si Wanita yang bertanya tadi tersenyum simpul. "Sepertinya Gus, Perjalanan kisah kita akan serupa dengan salah satu makna bacaan gharib. Yaitu saktah. agar kita sama-sama menjaga kemurnian hati, menjaga hak-hak pribadi kita dan agar kita terhindar dari perbuatan dosa." Pria itu terdiam mencerna ucapan wanita yang duduk di seberangnya. "Saktah?" tanyanya dan Sang Wanita mengangguk. "Iya. Saktah. Aku yakin Gus lebih paham makna saktah. Kita perlu memberi jeda, berhenti sejenak, menekan ego kita sambil memikirkan apakah kita ini benar-benar yang terbaik untuk satu sama lain, setelah itu kembali kita teruskan." jelas Si wanita dan langsung beranjak dari tempat itu. Sang Pria masih duduk sembari menatap kepergian wanita yang pernah ingin dia nikahi. Senyum tipis tercetak di wajahnya, di tengah keramaian kota itu dia bergumam sendiri, "Kamu lupa, jika menemui tanda saktah, bukan hanya harus memberi jeda tapi juga harus menahan napas. Aku belum tau seberapa lama kemampuan manusia bisa menahan napas. Doaku, kamu segera kembali atau aku akan kehabisan napas karena terlalu lama mengamalkan saktah.".

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman