Kesedihanku

Kesedihanku

  • WpView
    Reads 113
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 21, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Part I Setiap orang memiliki cerita menarik disetiap jejaknya. Langkah kecil dengan lancangnya memperkenalkan umatNya untuk mengecap berbagai pengalaman hidup. Rasa manis yang membuat hari hari jadi menyenangkan, harus diselingi kecupan nackal dari kepahitan lain. Terus berulang seperti itu. Hingga terkadang kebasnya kaki ini mampu mengayunkan langkah manusia menuju titik jengah. Tidak seperti kisah cinta anak muda kebanyakan yang indah & abadinya di acara Ftv. Hatiku harus berpuas diri untuk mencintai sosok yang hanya dapat kutemui dari jejaringan sosial. Kasih sayang dan buaian cinta terangkum dengan manis hanya melalui bahasa ketikan. Ucapan ucapan manis di tengah malam dan pagi hari, selalu berhasil menjadi 'nina bobo' dan alarm keseharianku. Sesederhana itu, sepayah itu, seremeh itu dan aku terus menjalaninya. Setiap hari, sepanjang malam, perbincangan mengalir begitu saja. Tidak ada yang kututupi darinya, kuceritakan semua yang aku alami seharian itu. Kubagikan semua canda serta lelucon baru yang kupunya, kuciptakan kehangatan sederhana untuk mempertahankan perbincangan kami, dengan harapan dia dapat merasakan ketulusan cinta bodohku ini.
All Rights Reserved
#5
selalubersyukur
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Pengantin Bayangan (SELESAI)
  • Angel To Raya (END)
  • Perfect Love (Angkasa Kehidupan_Completed✔)
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • Hubungan dalam Kerumitan (End)
  • Rendra & Lila [END]
  • Learning in Progress (Boboiboy x Yaya)
  • Senja Yang Tak Kembali
  • Gairah Terlarang Karena Ceritamu

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines