Mendadak Lupa Ingatan

Mendadak Lupa Ingatan

  • WpView
    Reads 2,149
  • WpVote
    Votes 128
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadComplete Sun, Apr 4, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Ujian dalam kehidupan pernikahan itu akan selalu ada. Pertanyaannya mampukah kita bertahan?" ••• Nuhai Fihandinia tidak menyangka bahwa ada seorang lelaki bernama Ryuto Sayhan datang dan melamar dirinya. Ingin rasanya menolak, tapi teringat oleh janjinya dulu yang berkata, 'akan menerima lelaki manapun yang berani menikahinya'. Seiring berjalannya waktu, pernikahan mereka awalnya berjalan mulus. Namun, semuanya seketika luluk lantah saat mereka berdua diterjang sebuah cobaan yang didasari oleh kepercayaan. ••• Story by: Nurrul start: jum'at, 11-09-2020
All Rights Reserved
#659
suami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BULAN (END)
  • Mendadak Lupa Ingatan
  • REGATHAN [END]
  • ARSHAWA [END]
  • DESIDERIUM (SELESAI)
  • Dia Suamiku (ENDING)
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Mahligai Cinta Firdaus (Tamat)
  • DIBALIK DINGINMU, ADA AKU.

Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines