Perfection of Destiny

Perfection of Destiny

  • WpView
    Reads 25,594
  • WpVote
    Votes 2,067
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 10, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
[Follow Author -> Add to reading list -> Happy Reading❤️] "Nikah? Sama om ini? Gak! Freya ngga mau pa!" "Freya! jaga ucapan kamu!", Freya sedikit terkejut mendengar gertakan papanya. "Tapi Freya ngga mau nikah sama om-om!", ucapan Freya sama sekali tidak membuat lelaki yang duduk di seberangnya tersinggung. Aksa menatap 3 orang didepannya bergantian. "Astaghfirullah Fre, kamu juga sudah waktunya menikah, umur kamu juga sudah 23 tahun, apa kamu mau melihat keluarga kita malu, ngga baik kamu ngomong begitu", ucapan lembut mamanya membuat Freya bimbang. Andai saja kakaknya tidak kabur dari rumah, mungkin kakaknya lah yang akan menikah dengan om-om di depannya. Lelaki dengan tubuh tinggi atlestis dan kulit sawo matang dengan mata hitam pekatnya membuat nyali Freya menciut. Mungkin jika berdiri di sebelahnya ia hanya sebatas ketiaknya saja. Dan om-om bernama Aska ini berumur 8 tahun diatasnya. Hufft...apa salah Freya hingga ia harus menikah dengan om-om berpangkat IPTU ini.
All Rights Reserved
#237
tni
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Marry Me Marry Me Not
  • Pacar Halal Presiden Mahasiswa
  • Dear Alex, Count Me In [END]
  • Denyut Waktu (TAMAT)
  • Not Strangers [21+] END
  • The Younger Brother
  • Layla House
  • Pernikahan yang Dijodohkan
  • WEDDING VOWS

Pra dan Neri bertetangga sejak kanak-kanak. Hubungan mereka sudah seperti kakak dan adik. Sama-sama sulung, sama-sama yatim, juga sama-sama memiliki ibu yang sulit, membuat mereka dekat karena merasa senasib. Tetapi jangan harap mereka terpikir untuk menjalin hubungan lebih dari itu. Apalagi untuk menjajagi kemungkinan mereka berjodoh atau tidak. Nope! Berjuta alasan membuat keduanya menghindari keterlibatan dalam urusan super sensitif itu. Apalagi Mama Pra juga tidak segan-segan menunjukkan antipati kepada keluarga Neri. Sejak Neri beranjak dewasa, wanita paruh baya itu sangat tak menyukai keakraban putri tetangga sebelah dengan putranya. Sangat tidak pantas karena Neri kurang terdidik dengan baik. Tidak feminin sama sekali, juga kurang menjaga tata krama. Gayanya terlalu nekad untuk ukuran perempuan. Dan tidak segan-segan melawan pendapat orang yang seharusnya dia hormati. Neri juga tidak tahu malu, bergaul seakrab itu dengan Pra. Tidak bisa menjaga kehormatan diri. Terlalu santai dalam berinteraksi dengan Pra yang nota benenya adalah lawan jenis. Nenek Lampir. Itu adalah julukan yang diberikan oleh Neri kepada Mama Pra. Menyebalkan, sombong, dan angkuh luar biasa. Heran deh, bagaimana bisa cowok kalem dan baik seperti Pra dilahirkan dari perempuan yang memiliki sifat mengerikan begini! Seolah aku doyan aja sama anaknya! Omelnya. Jadian sama Pra? Nehi! Itu maunya Neri. Dan semoga dia tidak termakan kata-katanya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines