Diam - 47113
Mendeklarasikan diam pada sebuah perasaan, umpan gagal yang tenggelam di dasar laut.
Sedikit merangkai kata tentang diam, saya tulis di sepertiga malam, ide kadang mengucur deras saat saya hendak tidur. Jadi ketika saya memejamkan mata, ehh ide datang begitu saja, dan langsung saya tulis, ketika kehabisan ide saya mencoba untuk tidur lagi, ehh ide datang lagi. Begitu terus sampai benar-benar lelah hingga matahari sudah terbang gagah di angkasa dan menebar cahaya hangatnya.
Rangkaian kata-kata dan bagian-bagian sudah terusun rapi dan sistematis dengan Rumus Phytagoras, Hukum Newton 3, dan Teori Relativitas Waktu milik Newton dan Einstein. Terlihat sedikit rumit tapi jika membaca dengan hati kamu pasti memahami dengan rentetan bagian antara perbedaan sudut pandang dan sebuah kesimpulan, pasti di pertemukan jalannya, semoga tenang disana ya!.
Entah sejak kapan dan apa yang membuat saya suka menuangkan secuil ide. Tapi yang pasti menulis dan merangkai kata disini menyenangkan sekali, tulisan saya jadi bagus tidak seperti menulis menggunakan pensil diatas kertas putih garis-garis, yang lebih ajaib saya menulis disini hanya menggunakan jempol kanan dan kiri saya, tidak dengan menulis di kertas tadi. Kertas kali ini kamu kalah jauh. Tapi tidak terlalu jauh, menulis di kertas akan meninggalkan goresan-goresan seni diri manusia, memberikan pesan di setiap goresan huruf yang di tinggal, menangkap pesan secara pribadi pun bisa dianggap lebih istimewa dengan coretan grafit murni yang bertemu dengan kompresi dari pulp ini.
Terima kasih sudah membaca.
Salam hangat dari ranger merah.
.
.
Namaku Andinnaya Auzidni Hermiandi. Kalian bisa memanggil Ku Naya. Aku tinggal bersama ayah Dan ibuku dirumah.
Untukmu yang suka menumpahkan ide ide dalam goresan gambar. Aku mengagumimu. Tidak hanya itu aku juga kagum akan setiap karyamu. Pencipta Ku lah yang mengetahui sedalam apa rasa kagumku, Dan alasan mengapa aku lebih memilih "kagum dibandingan Cinta".
Di buku ini, lewat goresan kata aku menuliskannya mulai dari awal kita berjumpa hingga kita berpisah. Mungkin perjumpaan kita itu dapat terhitung, tapi kebersamaan yang kita lewati sulit untuk diperhitungkan sebab kita tak pernah mau untuk menghitungnya. Perpisahan yang kita inginkan saat itu adalah sebuah kesepakatan bersama. Karena tidak Ada perpisahan yang tidak diawali dengan perjumpaan. Maka dari itu Perjumpaan Dan perpisahan selalu berdampingan, Itu sebabnya aku tidak pernah bersedih karena cukup bagiku saat mendengar kabar bahwa kamu baik-baik saja serta masih tinggal di planet yang sama denganku. Jika nantinya kita di pertemukan kembali berarti kita berpisah hanya sementara. Dan jika memang kita tidak bertemu mungkin tidak Ada lagi waktu untuk kita kembali bersama. Tandanya Aku akan menjalani hidupku bukan denganmu. Begitupun kamu akan menjalani hidupmu dengan pilihanmu.
Kamu tenang saja aku membuat ukiran kata ini bukan untuk mengundangmu pulang ataupun mengulang masa-masa kebersamaan kita, Juga bukan untuk mengingatkanmu tentang kebersamaan kita saat itu, apalagi meminta mu untuk kembali menjadi bagian dari hari-hariku, tentu tidak. aku hanya sedang menikmati rasa rindu yang pernah kita jalani saat itu.
Jadi? Hanya itu.