TEN
  • WpView
    Reads 169
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 8, 2022
Aluna, wanita yang mengalami banyak masa kelam di hidupnya. Wanita keras kepala yang selalu menyembunyikan luka, tampil bahagia hingga tak berdaya. Aluna, wanita yang merasa kehilangan masa depan karena trauma, bertemu dengan ardan yang penuh kejutan.*** "Gimana lun? Udah bisa ketemu sama mas penulisnya?" asih bertanya dari balik mejaku "Boro-boro mau diajak ketemu, dia aja nggak pernah baca chattingku" aku bersandar sedikit menghela nafas *** "Dan, lo nggak biasa apa bales chatting editor itu? Gue diserang nih" daniel bersungut-sungut saat masuk ke ruanganku "Gak" aku menjawab singkat "bales aja" tambahku "Terserah gue ya?" "hm" kujawab singkat, sambil melanjutkan membaca buku *** 22.45 Aluna saya minta kamu jadi editor saya 22.46 Oke lah, mungkin kamu memang sudah tidur Kalau kamu bangun langsung balas chat saya! Hari ini 05.02 Kamu balas dendam ke saya? 05.07 Kenapa belum di baca!? 06.25 Jadi kamu mau jadi editor saya atau tidak? 06.55 Aluna. Saya nggak pernah yang namanya diabaikan Jadi cepat balas pesan saya 07.00 ALUNA 07.01 BALAS 07.02 PESAN 07.03 SAYA
All Rights Reserved
#11
editor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WUNDE ( Selesai )
  • GRIZELLE [Completed]
  • ON SIGHT (Completed)
  • Sudut pandang (felisha)
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • (COMPLETED)
  • Rintik Hujan
  • ANAIAL《TERBIT》

🥀Wunde dalam bahasa Jerman, berati Luka.🥀 Ini hanya secarik kisah tentang Alana Audreleya, seorang gadis yang tak pernah di berikan sedikitpun kekuatan untuk melawan kerasnya semesta. Dan suatu malam, dia di pertemukan dengan -Gevandra- lelaki yang selalu membuatnya merasa lebih hidup. Walau pada akhirnya, Gevandra pula yang memberikannya luka begitu mendalam. Karena dari segi manapun, mereka berbeda. Mereka memang berada di Amin yang sama, namun dengan Iman yang berbeda. Mereka kecewa, akan tetapi, mereka tidak bisa menyalahkan takdir. Karena mungkin itu memang yang terbaik menurut sang pencipta. Sampai akhirnya, satu persatu orang yang Alana sayangi, pergi meninggalkannya. Lalu, haruskah dirinya melawan kerasnya semesta sendiri? Atau justru pasrah untuk terus terhanyut dalam kesendirian? "Aku bersyukur dipertemukan denganmu, walau kau hanya singgah, bukannya menetap. Karena bagaimanapun, kita bagaikan Istiqlal dan Katedral. Saling berdampingan, tetapi tidak bisa bersatu." - Alana Audreleya. Start : 11 maret 2021 - Natasya Salvia

More details
WpActionLinkContent Guidelines