CINTA DAN TUHAN

CINTA DAN TUHAN

  • WpView
    Reads 168
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 22, 2021
Di pertemukan oleh kegabutan dan di pisahkan oleh rubahnya keyakinan dan kepercayaan. Dipaksa untuk bertahan, namun bukan menetap. Tak boleh ada rasa, tapi di beri kenyamanan. Seperti menelan gula setiap hari, terlalu banyak gula yang ditelan. Bukan rasa manis lagi yang hinggap di dalam mulut. Tapi rasa pahit yang amat sangat. Jika tahu pun akan seperti ini, hendaknya jangan di lanjutkan. Tapi memang benar penyesalan hanya datang di akhir. Ini kisah seorang gadis yang bernama Najma Kaifiya Elliyah, dengan laki-laki bernama Alano Pangestu Wijaya. Mereka di hadapkan dengan cinta yang teramat jauh. Yaitu SATU AMIN BERBEDA IMAN
All Rights Reserved
#135
agama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • Sour Seventeen
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • PERBEDAAN
  • Love Story (SEDANG DIREVISI)
  • My Heart is Calling You✓
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Living alone( yulia Aliana )
  • MAHENDRA

Banyak orang yang bilang bahwa cinta itu indah. Menghapus segala resah dan gelisah. Mengganti luka dengan tawa, membawa kesedihan yang melanda untuk sirna. Banyak orang yang bilang bahwa jatuh cinta itu indah. Membuat hari berwarna dan hidup menjadi lebih sempurna karena hadirnya dia. Namun, tak semua yang berkaitan dengan cinta itu semuanya indah. Tak selamanya cinta itu membahagiakan. Tak ada yang bisa menjamin bukan bahwa cinta pun bisa berakhir dengan tawa kebahagian atau sebuah luka yang disertai dengan tangisan? Ini bukan kisah di mana dua orang jatuh cinta secara diam-diam. Ini bukan kisah cinta segitiga antara tiga, anak manusia. Tapi, ini hanyalah kisah di mana ketika kita telah jatuh namun tak sadar. Telah cinta tapi tak terasa. Telah merasa sayang tapi tak pernah bilang. Dan saat di mana kita telah menyadari segalanya, justru orang yang kita cintai itu... pergi. Bukan pergi untuk sementara. Tapi selamanya. "Jika kehadiranku tak dapat membangunkanmu, lantas apakah kepergianku akan membukakan matamu?" ©Copyright2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines