Kisah Dua Alam(2)

Kisah Dua Alam(2)

  • WpView
    Reads 852
  • WpVote
    Votes 107
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 7, 2021
"Tuhan, tolong bantu aku! Jaga perasaanku! Itu pun jika aku mampu menahannya..." ~ARNOLD~ "Ingat! Kesedihan itu hanya sementara, nikmati saja kesedihan itu, karena setelahnya... Kamu tidak akan pernah bertemu dengannya lagi" ~SYIFA~ "Untuk apa mempunyai pacar kalau kau mempunyai kakak yang perhatian?" ~INDY~ "Sebagai kakak yang baik... Aku akan selalu menjaga adikku! Ada yang berani menyakitinya?!" ~NICKO~ Cerita ini adalah kelanjutan dari Kisah Dua alam, maka dari itu buat yang penasaran sama kisah awal mereka... baca Kisah Dua Alam!, tapi tentu saja aku bakalan ngejelasin sedikit tentang cerita ini Menceritakan tentang kelanjutan percintaan antara Arnold dan Syifa, begitu banyak yang mereka hadapi, mereka kira masalah tidak akan berani mendekati mereka! ternyata mereka salah... dan kini yang mengganggu mereka bukan hanya manusia, tapi juga... dan juga menceritakan tentang tingkah laku kedua adik kakak, adik nya yang bernama indy, dan kakak nya yang bernama nicko, mereka selalu bertengkar meributkan hal sepele, keduanya saling keras kepala, tapi nicko tetap mengalah. Dan jangan salah! mereka berdua selalu kompak saat menyelesaikan masalah yang mereka perbuat, mereka bukan hanya membuat masalah dengan orang di sekitar... tapi juga beberapa makhluk tak terlihat yang berada di sekitar mereka... MAU TAU KISAH SELANJUTNYA? PANTANGIN TERUS CERITA INI!
All Rights Reserved
#2
mamat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • love maze
  • forbidden love
  • Disguise... [END]
  • My Friend Is My Strength
  • 𝑷𝒆𝒍𝒖𝒌𝒂𝒏 𝑺𝒂𝒂𝒕 𝑺𝒆𝒏𝒋𝒂  (𝙀𝙉𝘿)
  • ALGARA & ALTARA [End]✓
  • ALANA [LENGKAP]
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines