Kisah Dua Alam(2)

Kisah Dua Alam(2)

  • WpView
    Reads 865
  • WpVote
    Votes 107
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 7, 2021
"Tuhan, tolong bantu aku! Jaga perasaanku! Itu pun jika aku mampu menahannya..." ~ARNOLD~ "Ingat! Kesedihan itu hanya sementara, nikmati saja kesedihan itu, karena setelahnya... Kamu tidak akan pernah bertemu dengannya lagi" ~SYIFA~ "Untuk apa mempunyai pacar kalau kau mempunyai kakak yang perhatian?" ~INDY~ "Sebagai kakak yang baik... Aku akan selalu menjaga adikku! Ada yang berani menyakitinya?!" ~NICKO~ Cerita ini adalah kelanjutan dari Kisah Dua alam, maka dari itu buat yang penasaran sama kisah awal mereka... baca Kisah Dua Alam!, tapi tentu saja aku bakalan ngejelasin sedikit tentang cerita ini Menceritakan tentang kelanjutan percintaan antara Arnold dan Syifa, begitu banyak yang mereka hadapi, mereka kira masalah tidak akan berani mendekati mereka! ternyata mereka salah... dan kini yang mengganggu mereka bukan hanya manusia, tapi juga... dan juga menceritakan tentang tingkah laku kedua adik kakak, adik nya yang bernama indy, dan kakak nya yang bernama nicko, mereka selalu bertengkar meributkan hal sepele, keduanya saling keras kepala, tapi nicko tetap mengalah. Dan jangan salah! mereka berdua selalu kompak saat menyelesaikan masalah yang mereka perbuat, mereka bukan hanya membuat masalah dengan orang di sekitar... tapi juga beberapa makhluk tak terlihat yang berada di sekitar mereka... MAU TAU KISAH SELANJUTNYA? PANTANGIN TERUS CERITA INI!
All Rights Reserved
#7
abimanyu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sibling Goals
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]
  • love maze
  • 𝑷𝒆𝒍𝒖𝒌𝒂𝒏 𝑺𝒂𝒂𝒕 𝑺𝒆𝒏𝒋𝒂  (𝙀𝙉𝘿)
  • ALANA [LENGKAP]
  • Arsyilazka
  • Stay (Away)
  • Langit Yang Merenggut Cinta

[Sibling Series #1] "Cicing maneh?!" ancam Syifa sambil mengacungkan jari telunjuknya ke depan wajah kakaknya. Andrea hanya menyeringai kecil, "Ih, kecoa nih," godanya sambil mendekatkan kecoa mainan yang ada ditangan kirinya pada tubuh adiknya. Wajah Syifa memerah dan mata yang mulai berkaca-kaca. "MAMA!!" teriaknya disusul dengan isakan yang cukup kencang. "Andrea jangan godain adek kamu terus ah!" sahut Ratna dari dapur. V E R Y S L O W U P D A T E S t a r t e d i n 2 1 A p r i l 2 0 1 7 E n d 1 0 F e b r u a r y 2 0 2 0

More details
WpActionLinkContent Guidelines