Random Class

Random Class

  • WpView
    Reads 568
  • WpVote
    Votes 192
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 3, 2021
Hanya berisi ocehan unfaedah dari murid IX-D yang bobrok tiada tara. Rindu sekolah?? Yuk baca! Disini kalian bakal disuguhkan kekocakan, kebobrokan, kegilaan juga keuwwuan. Kesenangan... Kesenangan... Kesenangan... Hanya itu yang mereka pikirkan. Banyak yang bilang kelas yang beakhiran D itu dinominasi oleh berbagai spesies makhluk aneh. "Selagi masih bisa nikmatin hidup kenapa harus mempersulit hidup dengan belajar??" "Inget kita itu harus nikmatin masa muda sebebas mungkin. Dengan cara patuhi slogan 3K (kegoblokan, kebobrokan, kegilaan), itu baru namanya happy di dunia but no di akhirat." Adalah semboyan yang sebagian dari mereka pegang. Ingat, jadi gila itu....... Kebutuhan.
All Rights Reserved
#79
class
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • ELGITA  (TERBIT)
  • Heart Is Not A Doll
  • D'eiffel
  • BERNARD BEAR
  • THE IDIOT CLASS  ✓
  • Bitter Memories√
  • CHEMISTRY DI ANTARA GITA
  • GASA [end]

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines