We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
DESTROYED

DESTROYED

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 14, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
BAHAGIA? kata yang tak pernah kurasakan semenjak mamah tiada. dibenci oleh Ayah kandung, sebab kesalahan yang tak pernah kulakukan. Tuhan apa salah aku? semua kesalahan itu murni bukan aku penyebabnya. Tuhan aku hanya ingin bahagia apa aku salah? Apa aku tidak pantas untuk bahagia? Tuhan aku hanya ingin bahagia, walau itu hanya sesaat aku akan tidur dengan tenang. -Diana azhara
All Rights Reserved
#87
hancur
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Miracle of Survival [END]
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • Full Of Scratches
  • Hanya Singgah
  • Segala Luka Diatas Duka
  • Saat Semua Sudah Terjadi Dan Penyesalan Datang Terlambat [END]
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Argasha [ON GOING]
  • Aleysha Please Don't Go!

"Bahagia? Bahkan aku terlalu takut buat mikirin hari esok." Ucapannya lirih, tapi cukup menusuk di antara dinginnya malam. Matanya kosong, seolah raganya hadir di sana, tapi pikirannya tersesat entah ke mana. Sejak kecil, hidup tak pernah memberinya ruang untuk bernapas lega. Bahagia hanya terdengar indah di kepala orang lain, tapi tak pernah nyata dalam hidupnya. Terlalu banyak kehilangan, terlalu banyak luka, sampai ia kebal-bahkan pada harapan. Suara-suara yang tak bisa ia hentikan, bayangan-bayangan yang tak bisa ia usir; skizofrenia mengurungnya dalam dunia yang tak dipahami siapa pun, bahkan dirinya sendiri. Hari esok? Baginya, lebih menakutkan dari hari ini. Karena esok hanya menuntut satu hal: "Masih kuat, nggak?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines