Story cover for TERBAIK by WiyamMaryani2812
TERBAIK
  • WpView
    Reads 1,317
  • WpVote
    Votes 529
  • WpPart
    Parts 22
  • WpView
    Reads 1,317
  • WpVote
    Votes 529
  • WpPart
    Parts 22
Complete, First published Sep 13, 2020
WARNING!!
Ini hanya cerita pasaran yang mengandung banyak luka dan tawa. So, siapkan hati dan pikiran kalian untuk menerima alur ceritanya dengan lapang dada.

"Yang baik menurut kita, belum tentu baik menurut Allah." Mungkin tak sedikit dari kalian pernah mendengar atau pun membaca kalimat ini. Namun perlu kalian ketahui bahwasanya ketika harap tak lagi tercapai, canda akan sulit menjadi tawa.

Cerita ini akan membuat kalian terombang-ambing di atas samudera luas yang di dalamnya ada tawa dan air mata.

Cerita 100% karangan Author!

@DwiMeica (Alhamdulillah, banyak pelajaran kak)
All Rights Reserved
Sign up to add TERBAIK to your library and receive updates
or
#745kuliah
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Sejenak Luka cover
Hopeless [REPOST] cover
Menyerah atau Bertahan? cover
MISSHELLA ✔ cover
Diary Depresiku cover
Breathe cover
0°Celcius [End] cover
Bukan Kita D.A.N cover
Halcyon  cover

Sejenak Luka

17 parts Ongoing

"Jean, Nara pinjam uang boleh? Uang jajan Nara dipotong ayah karena nilai ulangan fisika Nara turun jadi 85." "Jean, Nara boleh nebeng pulang di motor Jean, nggak? Bentar lagi ujan, Nara gak punya uang naik angkot." "Jean, boleh pinjam baju olahraga? Punya Nara disobekin sama temen-temen Nara." "Jean, kata temen Nara, Nara gak pantas jadi kakak Jean. Itu benar, ya?" "Kenapa Jean dan Arkan selalu jahat ke Nara?" *** Nara tidak pernah mengeluh, kendati sakitnya sejak kecil tak pernah luruh. Nara tidak iri pada saudaranya, kendati takdir begitu keji untuknya. Nara menyayangi ayahnya, Arkan, dan Jean. Mirisnya, semuanya tidak pernah menginginkan entitas Nara di hidup mereka. Karena Nara cacat. Penuh cela. Nara dibenci. Nara disiksa. Nara ditinggal. Nara tidak memiliki alasan lagi untuk bertahan dengan luka. Temukan kisah perjalanan hidup Nara bersama orang-orang tersayangnya di semesta. Membawa sejenak luka lalu pergi menghampirkan duka.