We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
PERISTERI

PERISTERI

  • WpView
    Reads 93
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 3, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Apakah aku harus menunggu untukmu yang belum pasti untukku? sedangkan di sini di sampingku seseorang telah lama memperjuangkan aku, menjagaku, dan melindungiku. Key Andara Nathanio. Kamu adalah kelemahanku dan cukup satu kali aku kehilangan, aku akan tetap disisimu agar aku juga tenang. Andhika Grahasa. Kamu adalah sesuatu yang ingin ku perjuangkan. Namun sanggupkah aku memperjuangkan perasaanku kepadamu di saat hatimu telah tersesat dalam labirin hati orang lain? Rafa Mahatama.
All Rights Reserved
#4
tomboi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misunderstand
  • AZILA (Terbit)
  • HERIDA
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • Singgasana Hati
  • Kaila's Choice: Stay Or Move On?
  • Been You
  • Kita Sembuh Bareng?
  • Dalam Diam
  • Dia, Kembali (COMPLETE)

Aku mencintainya, tetapi karena sesuatu aku pergi meninggalkannya jauh dari hidupnya. Karena kepergianku yang tiba-tiba, aku menyesal mengapa tak ku dengarkan dulu penjelasannya. Mengapa tak ku tanyakan dulu apa maksudnya. Entahlah ini kesalah pahaman yang fatal menurutku. Aku bersembunyi selama lima tahun darinya, guna menyembuhkan hatiku yang terluka dan kecewa. Mungkin sekarang ia sudah bahagia bersama kekasihnya yang baru, entahlah. -Carissa Sabiyya Dalisha *** To: Carissa Sabiyya Dalisha Teruntuk kamu, orang yang masih selalu menghantui tidurku. Kemana kamu pergi, Ca? Aku merindukanmu disini. Apa kesalahanku hingga kamu meninggalkanku seperti ini? Bahkan saat aku kerumahmu tak kutemukan siapapun disana. Tolong kembalilah, aku ingin kamu menjadi jodohku, Ca. Bukan bermaksud mendahului takdir Tuhan. Aku hanya mengusahakan kita kembali seperti dulu. Aku terlalu mencintaimu, hingga saat kamu pergi hatiku tak mampu mencintai siapa pun lagi. Ketahuilah bahwa sampai kapan pun kamu itu tetaplah kekasihku. Entah kapan kamu akan membaca dan membalas pesanku ini, tetapi satu yang harus kamu tahu bahwa aku akan tetap menunggu walau harus sepuluh tahun lagi ataupun seribu tahun lagi. Ku tetap menunggumu, Carissa. From: Fikhar Daneer Allam Copyright©2020 By Intan Wahyu Andini

More details
WpActionLinkContent Guidelines