Rapuh

Rapuh

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 18, 2020
[Follow sebelum membaca] Seandainya aku bahagia. Seandainya aku ga pernah kehilangan mama. Seandainya keluarga ku harmonis dan di minati orang-orang yang melihatnya. Seandainya ada orang yang betul-betul menyayangi ku. Seandainya sakit itu tidak ada. Seandainya ada yang mengerti diriku. Indriani Queennesa Laverd itu aku yang tidak pernah di inginkan orang-orang terdekatku termasuk papa. Seandainya dan seandainya semua yang ku mau hanya seandainya. Tuhan, diri ku hanya ingin kebahagiaan dan tak pernah meminta lebih. Keluarga? Sahabat? Cinta? ga ada yang di dapatkan oleh dia orang yang tulus mendekatinya. Bisakah Queen menghadapi masalah yang selalu datang di kehidupannya? gimana kelanjutan cerita ini? cus langsung baca:).
All Rights Reserved
#222
penghianat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hug Me (Mom Dad)
  • Aletta Inara [SUDAH TERBIT]
  • ANDAI AKU BISA
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • 𝐇𝐚𝐢 𝐐𝐮𝐞𝐞𝐧✓
  • Hai, Kak! (END)
  • A R S E A N A
  • Sehari Untuk Selamanya

"kenapa papa selalu marahin Sherin? Salah Sherin apa? Kalo Sherin hidup hanya untuk dimaki dan dihina terus sama mama dan papa, untuk apa Sherin dilahirin? Sherin gak pernah minta dilahirin ke dunia ini pa!!" Tegas Sherin dengan berlimang air mata "Salah kamu itu karena udah lahir tanpa keinginan kami, kamu itu gak seharusnya keluar dari rahim perempuan itu!!" Ujar bagas "Terus kenapa gak bunuh Sherin aja waktu mama mengandung Sherin? Kalo gini Sherin ga kuat hidup pa! Sherin gak tau rasa kasih sayang dari orang tua Sherin, rasanya sakit banget di maki terus dan ga dianggap sama mama dan papa!!" Sherin memukul dadanya, melampiaskan kekecewaannya Nenek berusaha menahan emosi Sherin yang kini kian meluap, semua unek-unek sudah Sherin sampaikan. Kini hanya menunggu keputusan papanya, ia harus memutuskan untuk tetap bersama Sherin atau mengusir Sherin dari rumah itu. "Kalo kamu mau mati,, silahkan. Lebih baik jika kamu tidak menampakan diri kamu didepan keluarga saya!!" Tekan Bagas dengan sangat tega Kata itu benar-benar melukai hati Sherin "BAGAS!!" Tegas eyang

More details
WpActionLinkContent Guidelines