3 capítulos Em andamento MaduroMorthel pernah punya pahlawan, namanya 𝐊𝐞𝐧𝐝𝐫𝐢𝐜𝐤 𝐀𝐫𝐥𝐨. Di usianya yang ke-39, ia adalah Inspektur yang nama serta lencananya cukup untuk membuat para bandit berpikir dua kali. Ia jujur-mungkin terlalu jujur untuk kota yang sudah terbiasa dengan suap.
Tapi kejujuran adalah komoditas mahal yang tidak laku di kantornya sendiri. Dalam satu malam yang busuk, rekan-rekan yang sering ia ajak minum kopi justru menjadi algojonya. Mereka merancang panggung, menyusun bukti palsu, dan menjahit laporan rekayasa dengan rapi hingga Kendrick tak punya ruang untuk membela diri. Pemecatan tidak hormat itu hanya hiasan: luka sebenarnya adalah saat ia dipaksa hengkang dari kota yang selama ini ia jaga dengan seluruh nyawanya.
Setelah bertahun-tahun hidup luntang-lantung dalam keterpurukan, Kendrick akhirnya memutuskan kembali ke Morthel. Dia tidak datang untuk sekadar bernostalgia, melainkan membawa sumpah untuk menyeret siapa pun dalang yang sudah menghancurkan hidup dan kariernya ke permukaan.
Namun, di tengah upayanya mencari keadilan: Kendrick justru mencium bau busuk yang lebih menyengat.
Satu per satu kematian mulai terjadi. Cara matinya gila, sama sekali tidak masuk akal, tapi anehnya polisi di sana malah kompak menutup mata. Laporan otopsi dipalsukan, semua mayat dibilang mati karena alasan "wajar". Entah karena kawan-kawan lamanya itu sudah terlalu malas untuk peduli, atau memang mereka sudah mati kutu ketakutan pada seseorang.
Di kota yang isinya cuma tipu-tipu ini. Mampukah Kendrick membersihkan noda di namanya, atau justru ia akan menjadi tumbal selanjutnya dari rahasia besar yang ia gali sendiri?
Simak kelanjutannya di bab berikutnya. Happy reading 🖤
***
⚠️ 𝐏𝐄𝐑𝐈𝐍𝐆𝐀𝐓𝐀𝐍 Cerita ini mengandung unsur kekerasan, tekanan psikologis, dan tema-tema gelap yang mungkin memicu rasa tidak nyaman bagi sebagian pembaca. Maka dari itu, disarankan untuk membaca dengan bijak.
Terima kasih🙏🏻