#Hantu_SiKepala_Remuk

#Hantu_SiKepala_Remuk

  • WpView
    LETTURE 6
  • WpVote
    Voti 2
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, set 13, 2020
Refz apakah kamu juga merasakannya?" "Hmm" "Refza berhentiin dulu motornya!" "Kenapa? Apa ada yang jatuh?" "Nanti aku jelasinnya! Sekarang berhenti dulu motornya" "Baiklah" Aku pun berhenti di bawah lampu jalan. Aku heran sama Anita dia menyuruhku berhenti, tetapi dia tidak turun. Dibalik jalan, dalam banyaknya pohon pisang, Aku melihat seperti ada yang melihat kami. Aku coba melihat lebih jelas ternyata sosok manusia, wajahnya remuk tak beraturan. Tangannya terus mengeluarkan darah segar, yang membuat bulu kudukku berdiri adalah sosok itu tidak menyentuh bumi. "Astaghfirullahal'azim" "Kamu kenapa Refz?" Aku tidak langsung menjawab pertanyaan Anita, tetapi aku menjalankan motorku tanpa melihat sekeliling lagi karena rasa takut. Aku merasakan tubuhku tegang setelah melihat makhluk tadi. Telah 11 tahun berlalu aku tidak melihat sosok menyeramkan itu lagi. Dulu saat aku berusia lima tahun, sosok menyeramkan itu selalu menggangguku. Dia selalu membuat aku menangis, tetapi tiga teman ghaibku itu selalu mengusirnya dan tak berani menyentuhku lagi. Sekarang apa yang terjadi? Dia kembali menampakkan wujudnya di depanku. Sekarang sudah agak jauh dari tempat kami berhenti tadi, Anita mengulangi pertanyaannya yang tadi tidak Aku jawab. "Refza!" "Hmm" "Kamu belum menjawab pertanyaanku tadi!" "Beneran mau dengar?" "Ya iyalah, masak iya-iya dong!" Anita memutar bola matanya, malas. "Tadi itu, Aku melihat ada..." Aku menggantungkan kembali kalimatku, karena sosok yang tadi Aku lihat kembali menampakkan wujudnya. Mungkin dia tidak ingin aku menceritakan keadaannya. Dan aku hanya memilih diam. "Kamu melihat apa?" Anita sangat penasaran dengan kalimatku yang tergantung "Tidak jadi" "Kamu kenapa sih? Nggk jelas banget!" YUK KEPOIN TERUS WP #Hantu_SiKepala_Remuk nya, agar tau KELANJUTAN CERITANYA!! DAN JANGAN LUPA BERIKAN SEDIKIT VOTING BERBINTANG YA! DAN BACA TERUS YA! KARENA MEMBACA TIDAK DI PUNGUT BIAYA TEMAN TEMAN!😀😁
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • WARISAN
  • RION IS MY MANTAN!
  • Restricted Area ✔
  • ALEYA~~
  • Badgirl Vs Ketos(ongoing)
  • Tissa untuk Aris [On Going]
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • kiara's dream
  • Aku Bukan Hantu (Selesai)
  • Ananta Bandhana
WARISAN

" bang....lu kenapa...?" tanya daru begitu melihat gue yang menghentikan pergerakan tangan ini dari menarik tali timba, mendapati pertanyaan daru tersebut, gue kembali menggerakan tangan ini untuk menarik tali timba " kenapa sih bang..." tanya daru kembali seraya beranjak bangkit dari kursi pendek tempatnya mencuci pakaian, dan sepertinya suasana hari yang mulai beranjak gelap telah membuat daru tidak ingin untuk berlama lama lagi berada di halaman belakang " enggak tau nih...seperti ada sesuatu yang tersangkut di ember timba ini..." mendengar jawaban gue tersebut, daru menunjukan ekspresi ketidakpercayaannya, dan kini dengan perawakan tubuhnya yang besar, daru mengambil alih tali timba yang berada di dalam genggaman tangan gue lalu menariknya secara perlahan " itu apa bang......?" tanya daru, diantara pandangan matanya yang menatap ke dalam lubang sumur yang gelap ....blupppp... Entah benda apa yang telah terjatuh ke dalam air di dalam sumur hingga menimbulkan suara yang menggema, tapi yang pasti seiring dengan terdengarnya suara gema tersebut, pergerakan tangan daru yang tengah menarik tali timba terlihat semakin ringan, hingga akhirnya ketika ember yang berada di ujung tali timba mencapai bibir sumur, gue dan daru hanya bisa saling berpandangan dalam benak tanya atas apa yang sebenarnya telah terjadi " lu tadi lihat kan bang...sebenarnya yang tadi tersangkut di ember ini, benda apa ya...?" tanya daru sambil memandang ke dalam sumur Sekelumit perbincangan kecil antara gue dan daru adalah sebuah bentuk ketidaksadaran kami dalam menangkap sebuah sinyal alam yang mencoba untuk memberikan kami sebuah jawaban atas misteri yang menyelimuti tempat tinggal kami...yaa...sebuah misteri yang akhirnya memberikan kami sebuah pelajaran bahwa ada sisi lain selain sisi kebahagian yang menyelimuti dari sebuah kata warisan

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti