JANJI TERAKHIR AYAHKU

JANJI TERAKHIR AYAHKU

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 21, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Sebuah karya cerpen karangan saya Yang berkisah tentang seorang anak perempuan bernama Nia yang sangat menyayangi ayahnya, keluarga Nia bukanlah keluarga yang kaya. Mereka hidup sangat sederhana namun bahagia. Ada suatu kebiasaan unik dimana ayah Nia selalu menjanjikan hadiah kepada Nia setiap kali Nia memperoleh prestasi di sekolah,meski seringkali Nia mencoba menolak hadiah dari ayahnya itu, namun sang ayah tetap memaksanya untuk menerima hadiah darinya. Saat itu ayah Nia sedang sakit parah, sekitar minggu ini Nia akan menghadapi ujian kenaikan kelas, ayah menjanjikan hadiah spesial untuk Nia. Lalu apa yang terjadi selanjutnya? Akankah sang ayah berhasil memenuhi janjinya? Yuk dibaca cerpennya 😀
All Rights Reserved
#740
inspiratif
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Untuk Ayah
  • TERLAMBAT [TAMAT]
  • Home
  • VANIA [SELESAI]
  • DEPRESSION
  • PROBLEM || KIM SUNOO (REVISI)
  • DI BALIK BAYANGAN
  • INDONESIA MEMBACA

( S E L E S A I ) Alena, seorang gadis yang kehidupannya nyaris sempurna. Memiliki seorang Ayah yang sangat menyayanginya, Ibu yang selalu menyiapkan sarapan dan makan malam bersama, kakak perempuan yang populer dengan kecantikan dan kepintarannya, bahkan dirinya selalu mendapat juara 1 di setiap perlombaan cipta puisi. Tapi ternyata waktu terus berlalu, setiap manusia berubah seiring detik dan detak yang berbunyi. Usianya yang menginjak remaja di Sekolah Menengah Pertama, hari-harinya mulai dirasa sepi, hanya Ayahnya yang bersedia menemani dan mengerti. Selalu begitu, rata-rata memang anak perempuanlah yang paling dekat dengan sosok Ayah. Tapi bagaimana jika tuhan lebih menyayangi laki-laki yang selalu ada untuk gadis kecilnya? Bagaimana jika saat bahagia itu ada saat itu pula tuhan hentikan detaknya tapi detik terus berubah menit, jam, hari, dan begitu seterusnya? Cerita singkat ini ditulis untuk kita memaknai suatu peristiwa, menghargai waktu yang ada, berdiri di masa kini, serta sejenak menyingkirkan ketakutan masa lalu dan masa depan. Nikmati dengan secangkir teh dikala matahari terbenam, agar kamu tahu bagaimana senja sekejap lewat untuk sekadar memberi damai. Selamat membaca! Penulis Frisca Octavian

More details
WpActionLinkContent Guidelines