Because I'm Santri [End]

Because I'm Santri [End]

  • WpView
    Reads 10,363
  • WpVote
    Votes 1,222
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadComplete Mon, Mar 28, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Apa yang membuatku rapuh hari ini adalah pelajaran tentang bagaimana bisa menjadi pribadi yang kuat di hari esok. *** Muhammad Hisyam Ulul Azmi. Sebuah nama dengan berjuta harapan. Aku sama sekali bukan manusia sempurna, bukan pula manusia yang selalu berhasil mengendalikan diri. Bukan perkara mudah untuk menjadi seseorang yang dewasa, semua butuh kesabaran dan ketelatenan. Terlebih dengan cobaan hidup yang perlahan-lahan mencoba menggoyahkan imanku. Aku harus mencicipi bagaimana pahitnya hidup tanpa kepercayaan orang lain. Ditambah dengan statusku sebagai anak angkat, membuat ibu dan adikku sempat membenciku. Aku berpikir untuk menyerah, bahkan berkata menyerah atas cobaan-cobaan itu. Tapi realitanya, dengan kepercayaan dan semangat yang tersisa, aku mampu mengembalikan kepercayaan mereka untukku. Aku percaya, tidak ada kebaikan yang sia-sia. Tak apa jika orang lain memandang buruk atas upaya baikku, daripada harus dipandang buruk oleh Sang Maha Baik. --• Because I'm Santri •-- Instagram : @nisaasmane WhatsApp : DM aja ya!..
All Rights Reserved
#134
ikhlas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ta'aruf dalam Sunyi
  • CINTA KARENA ALLAH (Karena Cinta Datangnya dari Allah)✔
  • Uhibbuka Fillah Gus [END]
  • MENDADAK JADI SANTRI
  • Annam Al Abbiyan
  • Izinkan Aku Menghalalkanmu [END]
  • Hijrah Cinta Sang Akhwat Fillah
  • Bodyguardku Gus Idamanku [End]✨💖
  • AZZAM [END]

Apa yang kalian fikirkan pertama kali saat mendengar nama Fatimah? Gadis alim? berkerudung? pintar agama? Huft... itulah yang selalu orang pikirkan saat berkenalan denganku, tapi percayalah aku tak sesempurna itu. Aku hanya gadis SMA biasa yang juga suka bersenang-senang, tapi orang tuaku berpikir lain. Mereka ingin aku hidup sebagai gadis alim seperti dengan namaku. Saat itulah aku merasa dibuang di sebuah pondok pesantren di pelosok Jawa Timur, terkekang dalam aturan kolot yang membuatku frustasi. Tapi semua berubah saat hatiku mulai terpaut pada seorang Azmi Iskandar, pria alim itu menorehkan desir menyenangkan dalam hatiku. Aku mengaguminya dalam diam, hanya mampu mengungkapkan segala isi hatiku melalui surat untuknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines