TRIO CURUT

TRIO CURUT

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Sep 14, 2020
Siapa sih yang pengen diawasin terus sama kakak-kakanya? Menurutku itu terlalu terkekang karna aku anak perempuan satu-satunya? Cucu perempuan satu-satunya? Tapi menurutku itu terlalu berlebihan aku sudah besar bisa jaga diri sendiri! Ini aku seorang gadis yang dikelilingi cowok ganteng terdiri dari kakaku sendiri dan 2 sepupu ku belum lagi para sahabat kakakku yang ikut repot-repot menjagaku. Semenjak aku keluar dari rumah sakit karena habis kecelakaan yang bikin aku koma selama 1 tahun lebih membuat keluargaku selalu protektif terhadapku. Itu kasih sayang? Menurutku terlalu berlebihan karena aku bias jaga diri sendiri. Yaudah ini kisahku yang dieklilingi oleh banyak cowo yang bikin orang iri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Home (Completed) (Repost)
  • M E M O R Y  (On Going)
  • Alara's Brothers (Telah Terbit)
  • When I happy? (TAMAT)
  • Boys Around Her (Telah Terbit)✔
  • I won't change it!  [END/sudah Terbit]
  • Lovely sister(?)~ (S1) (S2) [End]
  • MY GUARDIAN BROTHER(COMPLETED)
  • Sad wedding #wattys2017

"Siapa barusan? Kok enggak disuruh masuk dulu?" ayah kini mengalihkan fokusnya padaku. "Teman Yah. Tadinya mau turun tapi aku bilang gak usah, gak enak udah malem," kataku lalu berjalan meninggalkan ayah. "Harusnya suruh masuk dulu, biar ayah tahu kamu berteman sama siapa?" katanya lagi. Aku memutar mataku jengah. Lalu berbalik menghadap ayah. Lalu berjalan mendekatinya. Menggelayutkan tanganku di tangan kekar laki-laki paruh baya yang selalu merasa khawatir padaku, seakan-akan aku ini masih gadis kecilnya. Satu hal yang ayah lupa aku kini sudah berusia 26 tahun dan aku sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. "Ayah, dia itu bukan siapa-siapa! Ayah gak usah khawatir kakak udah 24 dan bisa jaga diri," kataku sambil menggiring ayah masuk ke dalam rumah. Kudengar ayah menghela nafasnya, "Kamu itu permata ayah satu-satunya, harus benar-benar ayah jaga, karena ayah tidak akan memaafkan diri ayah sendiri jika sesuatu terjadi sama kamu," katanya. Aku mengelus lengan ayah, "Ayah gak usah khawatir! Kakak gak akan buat ayah kecewa," kataku lalu masuk ke dalam rumah. Ayah kemudian melepaskan lenganku yang menggamit menutup pintu depan dan memastikannya agar terkunci rapat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines