Fase dalam Lingkaran [Selesai]

Fase dalam Lingkaran [Selesai]

  • WpView
    Reads 46,643
  • WpVote
    Votes 9,111
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadMatureComplete Fri, May 7, 2021
[Trigger / content warning: domestic violence, self injury, negative vibes] Sejak di-PHK, Ayah berubah 180 derajat. Ladin tidak lagi melihat sosok wibawa pada ayahnya karena yang dilakukan Ayah sekarang hanya marah-marah, judi, dan mabuk. Ibu akhirnya harus menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga karena Ayah enggan kembali bekerja. Ladin bukan termasuk orang pendiam, tapi sejak dulu ia tidak pernah menyuarakan emosinya. Oleh karena itu, melukai tubuh kerap kali dijadikannya jalan pintas untuk menuntaskan emosi. Tidak ada ruang untuk Ladin dapat bercerita. Dunia terlampau sibuk hingga tak berkenan mengurusi perempuan kecil yang bukan siapa-siapa. ----- "Katanya, beberapa mahasiswa psikologi itu lagi berobat jalan?" ----- Cerita ini adalah fiktif. Background cover credit to owner (I am sorry because I can't find the artist)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Antara Tawa dan Tragedi (REVISI!)
  • Human Disease
  • Tell Me It's Okay !!! (END✔)
  • Paradise
  • SKRIPSUIT  ✔
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Self Injury's(complete)✔
  • Alisa's Story
  • Shena Aquella {SELESAI}.

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia, gadis dengan senyum selebar cakrawala, tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur."

More details
WpActionLinkContent Guidelines