Sajak untuk Munir

Sajak untuk Munir

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 14, 2020
Sajak ini didedikasikan untuk seorang aktivis Hak Asasi Manusi, Ketua Umum Yayasan Lembaga Bagian Hukum Malang, Munir Said Thalib. Yang dibunuh di udara, di atas pesawat Garuda saat akan melakukan penerbangan ke Belanda. Menuntut keadilan bagi negara untuk segera menyelesaikan kasus pelanggaran HAM di Indonesia, Termasuk kasus Munir ini.
All Rights Reserved
#377
sastra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TITIK AKHIR.
  • BERANDA GIRINDRA
  • BULAN [Selesai]
  • 1000 Syair Puisi Jalanan
  • SajakSesak 2 [Arief Aumar]
  • Lembaran Luka | Jay Enhypen (END)
  • Benalu [Terbit]
  • Ungkapan Rasa
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]

"Aku hamil, Za." "Itu bukan tanggung jawab gue lagi!" "Kamu bilang akan tanggung jawab, Za!!" "Gue gak bisa, Maaf." "Jangan jadi brengsek kaya gini, Herza!" "Gue bilang, Gue udah gak bisa jalanin bareng Lo!!" "Terus gimana sama anak ini?" "Bukan tanggung jawab gue. Lo urus sendiri." "Karena cewek itu? Kamu tinggalin aku dalam keadaan hamil. IYA? JAWAB HERZA!!" "STOP! KITA PUTUS!" •• "Mau sampai kapan diem-diem kaya gini? kamu suami aku loh, Za." "Kamu hanya perlu memilih satu diantara aku dan dia" "Tidak bisa, gue cintai dia, Tapi gue gak mau di benci bunda." •• Aku kira jalan yang aku pilih adalah jalan menuju bahagia, namun ternyata salah, jalan itu adalah jalan yang membawa ku ke lautan luka. Dan, Ini lah TITIK AKHIR dari semuanya. Pergi dari hidup mu adalah jalan yang terbaik untuk diri ku. -Meysha Fizria ••

More details
WpActionLinkContent Guidelines