Mellifluous

Mellifluous

  • WpView
    MGA BUMASA 21
  • WpVote
    Mga Boto 5
  • WpPart
    Mga Parte 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Thu, Sep 17, 2020
Kita berdua hidup dimana zaman penuh dengan semua kepalsuan. Kepalsuan yang diciptakan guna menutupi sisi baik dan buruk yang kita miliki. Ceria bukan berarti bahagia, menangis bukan berarti ia terluka. Hanya saja, kita punya cara dan versi terbaik masing-masing untuk mengelabui semuanya. Karena di antara kita pernah mengukir cerita. Cerita yang telah direncanakan Tuhan dan alam semesta. "Semesta mempertemukan kita berdua. Dimana saat itu, kita masih menjadi dua orang asing yang tak pernah saling kenal sebelumnya." Adnan Ferdian. "Semesta hanya mempertemukan, bukan untuk menyatukan. Kau dan aku, kita dipertemukan dalam satu kesamaan. Tetapi kita kembali dipisahkan dalam sebuah luka yang mendalam." Liyanzef Kanaya Selamat Membaca 🌈
All Rights Reserved
#42
our
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Never Be The Same
  • ANTARA KITA
  • 17 Years Old First Kiss
  • She(r)
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • You are in my past and my future [END]
  • Till I Meet You
  • SENANDIKA (Zeedel)

Aku dan kau, kita adalah dua bintang di galaksi yang sama, namun berada pada orbit yang tak pernah berpotongan. Kita bersinar di langit yang sama, berbagi malam yang sama, tetapi tak pernah bisa saling menyentuh. Alasya dan Rey, dua jiwa yang tersesat di antara perasaan dan takdir yang tak bisa mereka kendalikan. Setiap detik di antara mereka adalah ketidakpastian, seakan senja selalu berhenti pada titik di mana mereka bisa bertemu, tetapi tak bisa bersatu. Bagi Alasya, cinta adalah perasaan yang hadir tanpa diminta, namun selalu berakhir dengan pengorbanan. Sedangkan bagi Rey, cinta adalah mimpi yang ingin ia genggam, tetapi selalu lepas seperti pasir di sela jemari. Suatu hari, Rey berbisik, "Aku mencintaimu." Tapi apakah kata itu cukup? Apakah satu kata mampu menghapus segala jarak di antara mereka? Mampukah kata itu mengubah takdir mereka? Alasya dan Rey harus memilih: bertahan dalam keheningan yang aman atau melawan takdir, meski tak ada jaminan akan bahagia. Akankah mereka berani mengubah garis hidup yang telah dituliskan, atau justru membiarkan perasaan mereka menjadi kenangan senja yang tak sempurna?

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman